Game Theory pada Pemilu 2014

Sesudah deklarasi pasangan capres/cawapres kemarin, di grup whatsapp dan BBM kawan kawan lama saya lagi seru adu argumentasi untuk menentukan pasangan mana yang terbaik. Sebagian memilih pasangan PS/HR dan sebagian memilih JW/JK. Kedudukan sama kuat, masing masing pihak menjelaskan nilai plus dan minus masing masing pasangan calon (yang tidak akan saya bahas disini). Fenomena ini sangat seru karena menurut saya kedua calon berimbang, nilai plus dan minusnya sama sama kuat. Sampai akhirnya kita tidak bisa mengambil kesimpulan siapa pemenangnya. Saya jadi ingat ilmu ‘game theory’ (definisi) dimana kita akan berusaha mencapai hasil optimal berdasarkan hambatan hambatan yang kita punyai, jadi sebelum memutuskan kita akan punya beberapa skenario untuk dipilih. Setiap skenario mempunyai strategi dan kerugian/keuntungan yang sudah didefiniskan dengan jelas. Demikian juga dalam pilpres 2014 ini, kita ingin memilih salah satu calon yang memberikan keuntungan terbesar dan kerugian terkecil.

‘Game theory’ yang merupakan cabang ilmu matematika, dan banyak dipakai di ilmu ekonomi/bisnis, politik, perilaku, biologi, ilmu komputer dan lain lain. Tujuan dari teori ini adalah memperoleh kondisi berimbang (equilibrium) antar pemain, sehingga masing masing pihak mengalami kerugian yang sedikit dan keseimbangan ini bersifat relatif, belum tentu ada di titik tengah antar kedua pemain (tergantung bobot masing masing pemain). Kondisi imbang suara di dalam contoh kecil grup whatsapp dan BBM saya, menunjukkan kedua pasangan calon mencapai kondisi equilibrium, yang merupakan solusi terbaik dari masing masing pihak. Proses ‘game theory’ juga terlihat pada pembentukan koalisi, dimana didalamnya akan penuh negosiasi, dukungan akan diberi imbalan dalam bentuk tertentu, apakah jabatan mentri atau yang lain. Hal yang naif bukan, kalo kita anggap dukungan itu tidak ada timbal balik apapun …hehe ..

‘Game theory’ bisa meramalkan apa yang terjadi ke depan, termasuk hubungan presiden terpilih dengan parlemen (DPR) (lihat website ini) dengan bantuan model komputer kita bisa membuat skenario berdasarkan latar belakang DPR yang didominasi oposisi partai pemenang pilpres. Dugaan saya presiden akan susah bergerak, tapi untuk melihat jawaban pastinya, kita bisa melakukan simulasi tentang hal ini, hayo siapa yang tertarik mensimulasikannya ? .. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s