Lensa Lebar untuk Iphone / Iphonegraphy

lensa lebar untuk iphone / iphonegraphy
istilah ‘kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa sekarang’ adalah benar adanya. sehari hari kita tidak melewatkan kesempatan motret karena kita punya smartphone seperti iphone. iphonegraphy atau photography menggunakan iphone sangat populer. menurut saya kamera iphone sangat bagus, terutama iphone generasi terakhir di indonesia seperti iphone 7+. selain iphone kamera yang pernah saya coba dan sangat bagus adalah dari nokia lumia seri 920 atau 1020. kemampuan iphone sendiri ada batasnya, kalo untuk saya lensa iphone kurang lebar, sehingga kadang kadang merepotkan. untuk itu saya perlu lensa iphone (konverter) wide lens, super/ultra wide lens, atau fish eye

setelah mencari cari saya akhirnya nemu 3 lensa dengan FoV (field of view) 110degree, 190degree, dan 238degree yang semuanya lebih lebar dari lensa bawaan iphone. contoh perbandingan hasil bisa dilihat di contoh. 
kesimpulan dengan lensa tambahan, iphone jadi semakin fun untuk dipakai, kita ga perlu lagi bawa kamera tambahan (seperti kasus saya adalah gopro). makin banyak variasi view untuk foto landscape, selfie, wefie. kerugiannya adalah kualitas photo menjadi berkurang, apalagi kalau pemasangan lensa yang tidak tepat, maka hasil foto jadi soft dan berkurang kontrasnya.

PS : lensa lensa ini juga bisa dipake untuk smartphone selain iphone


Advertisements

Human Development Index vs Total Revenue Kota/Kab di Indonesia

Kota/Kab. mana yang sudah maju ?

HDI (Human Development Index) adalah indeks tingkat kesejahteraan masyarakat dilihat dari tingkat kesehatan, pengetahuan, ketrampilan yang pada akhirnya dijadikan ukuran untuk perkembangan ekonomi suatu Kota/Kab. Total Revenue (Rev) adalah total pendapatan suatu Kota/Kab dalam kurun waktu tertentu. Suatu Kota/Kab dengan HDI yang besar seharusnya mempunyai Rev yang besar, atau sebaliknya Rev yang besar meningkatkan nilai HDI Kota/Kab. Pertanyaannya adalah bagaimana melihat Kota/Kab yang sudah mempunyai performansi seperti asumsi diatas. Data diambil dari gerakan Open Data INDO DAPOER (Indonesia Database for Policy and Economic Research) yang dikeluarkan oleh World Bank. Untuk snapshot ini, saya hanya mengambil data tahun 2013 saja.

Dari 469 Kota/Kab di Indonesia mayoritas berada pada daerah HDI tinggi tapi Rev kecil (klaster warna merah). Pengecualian pada klaster warna hijau, yaitu 4 Kota/Kab dengan performansi bagus, yaitu Kab. Kutai Kartanegara, Kota Surabaya, Kab. Bogor dan Kota Bandung. Kluster warna biru terdapat Kota/Kab yang nilai HDI kecil dan Rev kecil seperti Kab. Asmat, Kab. Lombok Barat, Kab. Lebak, Kab. Sampang dll. Pada kluster warna biru pemerintah harus bekerja keras untuk meningkatkan nilai HDI pada daerah daerah tersebut dengan harapan akan mendorong Rev. Kuster warna oranye adalah Kota/Kab yang sepertinya akan menuju kearah peningkatan Rev, contohnya yaitu Kab. Bekasi, Kota Medan, Kab. Tangerang, Kab. Karawang dll.

Secara keseluruhan nilai HDI ada pada kondisi baik, akan tetap proses yang berlangsung belum membawa kepeningkatan Rev yang seimbang, sepertinya perlu pemberdayaan ekonomi rakyat seperti usaha usaha kewirausahaan. Terlihat juga ketimpangan kesejahteraan masyarakat antara pulau jawa dan luar pulau jawa.

Untitled4 2

BARISAN CINTA INDONESIA

Untuk urusan debat politik, Facebook ga kalah ramenya dibandingkan dengan Twitter. Grup FB Barisan Cinta Indonesia adalah satu satunya grup politik yang saya ikuti, karena isinya masih dalam tahap waras menurut saya. Pada grup ini terjadi debat / perang posting antara pro dan kontra pemerintahan Jokowi. Data diambil periode Juni – September 2017, total terkumpul sebanyak 2201 group status (group_post) yang terdiri dari postingan status, link, photo, video dan note. Terdapat total 45814 likes, 51234 reactions, 2576 shares dan 33773 komentar. Jumlah relasi / debat / percakapan / hujatan antar user-user dan user-group_post sebesar 64848 relasi. Total anggota grup ini adalah 66188 anggota

Postingan yang paling sering ditanggapi adalah group_post dibandingan komentar user, dimana dari 4 peringkat postingan (group_post) yang paling membangkitkan percakapan / debat / hujatan adalah: 2 post mendukung jokowi dan 2 post anti jokowi. Keempat posting tersebut berupa status dengan photo atau status dengan link. Secara keseluruhan grup ini cukup mendukung pemerintahan Jokowi, walaupun akhir akhir ini banyak sekali postingan yang bersifat troll (mencerca, provokatif, membuat hawa panas).

Dari pengamatan sekilas, untuk urusan debat politik akhir akhir ini jagat Twitter lebih liar dari Facebook, akan tetapi urusan pembangkitan percakapan / diskusi Facebook lebih menarik.

 

Untitled

interaksi user-user dan user- group_post, dimana user mencakup 83.17% keseluruhan posting. group_post digambarkan dengan warna berbeda tergantung jenis group_post tersebut

Untitled3

pembentukan kelompok berdasarkan interaksi. kelompok adalah kelompok warna ungu dengan proporsi 33.39%, dan group_post paling banyak di komentarin ada pada kelompok warna kuning yang berada pada peringkat ke 4 dengan ukuran proprosi 14.84%

Untitled4

kelompok yang berisi group_post yang paling banyak di komentari (kelompok warna kuning)

Untitled10

group_post yang paling banyak membangkitkan percakapan / diskusi

Screen Shot 2017 09 05 at 3 46 34 PM

Data node jaringan percakapan fb

Screen Shot 2017 09 05 at 3 52 21 PM  2

Postingan komentar user yang paling banyak di like (13 likes)

Pengalaman Drama Daftar SMA Negeri di PPDB Jabar 2017

PPDB adalah proses Pendaftaran Peserta Didik Baru yaitu proses seleksi untuk masuk ke SD, SMP, dan SMA Negeri. Proses PPDB di kota Bandung setiap tahun penuh dengan kontroversi, maklum selalu ada saja oknum oknum orang tua / wali calon siswa yang berusaha memasukkan anaknya ke sekolah negeri favorit dengan berbagai macam cara, termasuk meminta bantuan tokoh masyarakat, anggota DPR, TNI, dll. Sistem PPDB online diperkenalkan untuk membuat proses seleksi siswa baru menjadi transparan dan akuntabel. Kenyataannya masih ada saja usaha untuk mengakali sistem, petunjuk teknis, atau aturan perpu / pergub PPDB itu sendiri.  Tahun ini PPDB tingkat SD dan SMP dipegang oleh pemerintah kota / kab., sedangkan PPDB tingkat SMA dipegang oleh pemerintah provinsi.

Akibat perpindahan kepengurusan, maka PPDB SMA kota Bandung mengalami perubahan sistem seleksi secara signifikan dibandingkan tahun lalu, diantaranya adalah perubahan sistem zonasi menjadi insentif jarak, dimana semakin dekat lokasi rumah siswa dengan sekolah maka semakin besar angka insentif ditambahkan ke nilai NEM siswa. Nilai NEM maksimum adalah 400, sedangkan insentif nilainya antara 0 sampai 9. misal jika seorang siswa dengan NEM 350 dan lokasi jarak rumah ke sekolah adalah 1 km, maka skor akhir nilai dia adalah 350 + 9 = 359. Jika nilai skor akhir siswa sama, maka peringkat ditentukan berturut turut berdasarkan nilai NEM Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan terakhir IPA.  Jika nilai NEM tiap mata pelajaran tersebut masih sama, maka selanjutnya peringkat ditentukan berdasarkan besaran insentif jarak yang diterima. Jika masih sama, maka penentuan peringkat terakhir adalah berdasarkan apakah pilihan siswa ke SMA tersebut sebagai pilihan 1 atau pilihan 2, dimana pilihan 1 lebih unggul dari pilihan 2. 

Oh ya PPDB tahun 2017 ini mempunyai dua jalur yaitu pertama jalur akademik sebesar 60 persen, dimana siswa diseleksi berdasarkan skor NEM + Insentif. Yang kedua adalah jalur Non-Akademik sebesar 40 persen, yang terbagi menjadi jalur prestasi 20 persen, jalur rakyat miskin 10 persen, dan jalur MoU 10 persen (konon jalur MoU ini adalah jalur rawan penyelewengan).

Tahun ini anak saya yang besar masuk SMA, sehingga kami mengalami sendiri pengalaman PPDB SMA yang penuh dengan drama, deg degan, sampai makan tidur susah mikirin  daftar peringkat yang secara (hampir) realtime turun begitu ada skor NEM baru yang daftar diatas skor NEM anak saya. Oke saya ceritakan detailnya sebagai berikut:

Pendaftaran PPDB 2017 adalah pada tanggal 3-8 Juli 2017. Domisili kami di kab. Bandung Barat, dan anak saya ingin masuk ke SMA Negeri kota Bandung. Menurut aturan terbaru, maka kami bisa mempunyai pilihan 1 SMA Negeri di kota Bandung dan pilihan 2 harus SMA Negeri paling dekat dengan lokasi rumah, dalam hal ini SMA Negeri di kab. Bandung Barat. Pada saat mendaftar pilihan 2 tidak boleh dikosongin.  Walaupun tidak berminat ambil SMA Negeri dekat rumah, tapi kami wajib mengisinya, sehingga kami ambil pilihan ke 2 sembarang SMA Negeri yang dekat rumah. Oh ya sebagai info kami juga sudah mendaftar ke SMA swasta untuk jaga jaga.

Kami mendaftar pada hari kedua (tgl 4 Juli) melalui jalur akademik. NEM anak saya adalah 354, jadi rata rata nilainya adalah 88.5, menurut kami cukup tinggi tapi tidak terlalu tinggi untuk dianggap sebagai batas aman masuk ke SMA Negeri favorit di Bandung yang persaingannya sangat gila. Jadi kami cukup sadar dan tahu diri untuk memilih SMA Negeri peringkat 3 berdasarkan passing grade tahun lalu. Untuk memasukan SMA Negeri tersebut sebagai pilihan 1, maka  kami mendapatkan bonus insentif 2, sehingga skornya menjadi 356, dan untuk SMA  Negeri pilihan 2 bonus insentif adalah 8, sehingga skor totalnya adalah 362. Pada saat pendaftaran SMA Negeri pilihan 1 mempunyai daya tampung 139 murid untuk jalur akademik, dan anak saya langsung muncul di peringkat 43.

Beberapa hari kemudian posisi masih aman, meskipun turun tapi paling jauh adalah di peringkat 66 berdasarkan skor NEM + Insentif. Satu hari menjelang penutupan pendaftaran drama pertama muncul, yaitu tiba tiba daya tampung SMA Negeri pilihan 1 meningkat dari 139 menjadi 207. Mungkin karena melihat daya tampung meningkat maka pendaftar SMA tersebut menjadi membludak drastis. Pada malam hari anak saya langsung berada di peringkat 109/207 kursi tersebut.

Pada hari terakhir pendaftaran, pada posisi pukul 11 pagi, posisi anak saya sudah turun menjadi 166/207. Pergerakan peringkat yang begitu cepat, membuat saya ga bisa konsentrasi lagi melakukan kegiatan apapun selain mantengin website PPDB  tersebut. Sejam menjelang penutupan akhir  pukul 14:00, posisi anak saya sudah pada posisi 207/207 … saya pun lemas dan pasrah kalo terlempar dari pilihan 1, sehingga kami pun sudah siap siap mental untuk melanjutkan di sekolah swasta, karena bagaimanapun juga kami tidak berencana mengambil SMA pilihan 2. Kondisi mental anak saya pun menjadi kurang baik, karena pada posisi terakhir terdapat kurang lebih 15 anak dengan skor 356, dimana anak saya berada di peringkat bawah karena insentif jarak yang kecil. Saya mulai gusar karena menurut aturan juknis PPDB pengurutan bukan dari insentif dulu, tapi berdasarkan nilai NEM mata pelajaran yang saya sebut diatas. Jadi dari 15 anak skor nilai 356 ini, sebetulnya secara murni NEM anak saya adalah terbaik kedua (354), yang lainnya NEM hanya sekitar 348-353 tapi dengan insentif jarak yang lebih besar. Anak merasa sistem PPDB ini menjadi kurang adil.

Seperti diduga pada saat penutupan, akhirnya nama anak saya terlempar dari SMA pilihan 1. Skor terendah berhenti pada nilai 356. Terdapat 3 anak dari 15 anak skor 356 yang terlempar dari pilihan 1. Kami pun pasrah, kemudian iseng cek nama anak pada SMA pilihan 2, anehnya nama anak saya tidak ada di SMA pilihan 2, karena kalo pun ada di SMA pilihan 2, maka anak saya akan berada di ranking 1 dengan total skor sebesar 362. Hari itu adalah hari sabtu, sedangkan pengumuman resmi konon akan diumumkan pada hari senin tanggal 10 juli.

Kami bimbang apakah harus lanjut swasta atau ambil SMA negeri pilihan 2, kemudian melakukan mutasi sekolah ke SMA Negeri pilihan 1 sesudah 1 semester berjalan (kami baru tahu informasi mengenai prosedur mutasi ini). Tapi karena nama anak tidak ada di SMA negeri pilihan 2, maka kami tidak bisa klaim bahwa dia sudah diterima disana.

Hari minggu berlalu dengan penuh tanda tanya.  Setelah kami berkomunikasi sana sini, kamibanyak mendapatkan kabar bahwa banyak nama siswa yang hilang sesudah tidak lolos di pilihan 1, tapi tidak muncul pada daftar siswa yang diterima di pilihan 2.

Hari senin pagi, kami meluncur ke Dinas Pendidikan (disdik) pemprov Jabar sebagai operator PPDB untuk menanyakan hal tersebut. Diluar dugaan ada sekitar 250 orang tua siswa disana yang mengalami hal yang sama dengan kami, bahkan lebih parah yaitu nama anak mereka berada diatas NEM terendah / passing grade SMA tapi namanya ilang. Sehingga muncul dugaan kecurangan, penyelewengan dan lain lain. Disdik berkilah ini adalah kesalahan sistem, dan kami diminta bersabar untuk menunggu pengumuman resmi pada pukul 14:00 hari itu. 

Pukul 14:00 lewat dan tidak ada perkembangan apa apa. Sementara di website PPDB masih tertulis peringkat sementara (belum final). Beberapa SMA seperti SMA 2,3,15 dll sudah tidak bisa bersabar (atau mungkin kurang koordinasi dengan disdik), sehingga mereka mengumumkan penerimaan berdasarkan daftar sementara pukul 14:00 tersebut. 

Orang tua yang sedang berkumpul di kantor disdik pun jadi marah, dan mereka berorasi dan diterima perwakilan disdik, tapi bukan kadisdiknya sehingga mereka tidak bisa menjawab tuntas pertanyaan para orang tua yang sedang emosional. Akhirnya disdik pun secara resmi memundurkan pengumuman penerimaan menjadi pukul 23:30 malam itu. Padahal beberapa SMA sudah mengumumkan hasil final… kacau khan ? ..

Orang tua menuntut surat dari disdik yang menyatakan bila sampai keputusan final pukul 23:30, nama anak mereka tidak ada di daftar penerimaan, maka bila NEM diatas passing grade SMA, maka anak tersebut harus diterima di SMA yang bersangkutan. Untuk mendapatkan surat tersebut sungguh tidak mudah. Kami mengepung kantor kadisdik sampai 18:00 petang. Sampai akhirnya perwakilan demonstran diterima oleh kadisdik, kebetulan saya adalah salah satu perwakilan orang tua yang diterima oleh kadisdik. Kadisdik pun setuju membuat surat edaran dengan isi seperti yang diminta diatas. Orang tua murid  pun bubar sesudah ada kepastian mengenai surat edaran dan harap harap cemas menunggu pengumuman pukul 23:30 malam itu.

Pukul 23:00 malam, tiba tiba daftar penerimaan online berubah, nama anak saya muncul kembali di SMA pilihan 1, peringkat 203/207. Dengan passing grade terendah tetap sebesar 356, maka saya terheran heran kenapa peringkat anak saya berubah (walaupun senang). Ternyata pengurutannya bukan lagi berdasarkan insentif jarak, tapi betul sesuai peringkat nilai NEM sesuai juknis, sehingga dari 15 anak yang mempunyai skor 356 yang terlempar tetap 3 anak. Wah, saya langsung menduga pasti akan terjadi kekacauan karena bagi yang sudah merasa diterima berdasarkan pengumuman pukul 14:00 tetapi namanya hilang di pengumuman pukul 23:30 maka mereka pasti akan protes keras karena surat penerimaan sudah mereka terima. 

Ini adalah salah satu contoh sistem yang sangat chaos, yang berjudi dengan masa depan anak, sungguh keterlaluan pemerintah memaksakan sistem yang belum teruji dan sumber daya yang tidak kompeten untuk menanggani masalah kritis seperti penerimaan siswa baru. Seperti yang saya duga, keesokan harinya saya datang ke sekolah pilihan 1, bapak kepsek bercerita tentang bagaimana kacaunya di sekolah lain, Ada sekolah yang 50-80 siswa sudah diterima ternyata ga jadi diterima, karena perubahan penentuan peringkat, sehingga nama mereka tergeser keluar. 

Alhamdulilah anak saya diteirma di SMA pilihan 1 yang merupakan SMA yang dia inginkan, akan tetapi saya sangat prihatin dengan nasib anak anak lain terlempar pada saat akhir karena sistem tidak memberikan informasi yang akurat dan transparan.

Demikian cerita tentang pengalaman PPDB SMA Bandung yang penuh drama. Sebagai pelajaran kalau tidak mau ribet seperti yang saya alami, maka sebaiknya sih masuk SMA Swasta, banyak sekali SMA Swasta yang keren di kota Bandung sebetulnya.

Screen Shot 2017 07 15 at 2 08 58 PM

 

 

 

Shariah Vs Capitalism : Perlukah Pengganti GDP ?

Pada saat berbuka puasa minggu kemarin, sempat terjadi diskusi menarik dengan beberapa rekan mengenai sistem perekonomian Indonesia dan sebaiknya model ekonomi apa yang cocok untuk Indonesia. Dari hasil diskusi ini munculah perbandingan Shariah vs Capitalism. Seperti kita ketahui, saat ini prinsip Capitalism (kapitalisme) dan persaingan bebas merajai dunia, akan tetapi mulai bermunculan kritik kritik mengenai praktek ini, seperti bahwa kapitalisme bukan merupakan ekonomi yang berkelanjutan untuk masa depan, terjadinya monopolisme, dan makin curamnya jurang perbedaan si kaya dan si miskin. Lawan ekstrim dari kapitalisme ini adalah sistem marxism atau sosialisme dimana segala aktivitas ekonomi diatur oleh negara dengan tujuan kemaslahatan masyarakat luas. 

Ekonomi Shariah adalah praktek ekonomi berdasarkan prinsip ajaran agama islam, yaitu transaksi keuangan dan aktivitas ekonomi lainnya yang sesuai dengan aturan pada Quran dan Sunnah. Beberapa contoh pelaksanaan ekonomi shariah adalah berhutang tanpa riba (tidak dikenakan bunga), jual beli barang dengan akad/billing/invoice, simpan pinjam di bank shariah, dan lain lain. Tujuan dari ekonomi shariah adalah untuk menjamin keadilan ekonomi bagi masing masing pelaku transaksi, menjaga kejujuran (meminimalkan penipuan), meratakan pemberdayaan ekonomi jadi bukan hanya segelintir orang yang menikmati keuntungan berlebih sedangkan sisanya tidak mendapatkan keuntungan yang sesuai. Shariah disebut sebut sebagai alternatif tengah dari dua ekstrim ideologi kapitalisme dan sosialisme. 

Capitalism atau kapitalisme adalah prinsip ekonomi atau ideologi untuk mengambil keuntungan sebesar besarnya untuk keuntungan kelompok / pribadi. Pada sistem kapitalis investasi dan pengambilan keputusan ditentukan oleh kelompok bisnis, demikian juga harga dan distribusi barang ditentukan oleh kompetisi di pasar. Kapitalisme mendorong kompetisi yang tinggi sehingga produk yang dihasilkan benar benar berkualitas. Akan tetapi kapitalisme dikritik karena kekuasaan ekonomi dipegang oleh sekelompok kecil kapitalis, memprioritaskan profit diatas segala nilai lainnya seperti kesejahteraan sosial dan kelangsungan sumber daya alam. Kapitalisme juga dituding sebagai penyebab ketidak seimbangan dan ketidak stabilan ekonomi. 

GDP atau Gross Domestic Product adalah pengukuran moneter untuk menentukan nilai pasar dari semua nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam satu periode tertentu. GDP ini adalah nilai tunggal, artinya peristiwa ekonomi yang terjadi  digambarkan dalam bentuk satu nilai representasi. Tentu saja nilai tunggal ini tidak mengambarkan dinamika siapa yang memproduksi barang dan jasa tersebut, apakah hanya segelintir kapitalis atau semua elemen masyarakat secara merata ikut berperan dalam memproduksi barang dan jasa tersebut.  

Sayangnya GDP saat ini adalah standard yang digunakan untuk melihat kesejahteraan suatu negara. Suatu nilai tidak tunggal (contoh nilai Ratio atau nilai Distribusi), tentu akan lebih baik menggambarkan dinamika perekonomian dibandingkan dengan nilai tunggal GDP diatas. Sebagai contoh yang ga nyambung adalah misal  “rata rata umur penduduk Bandung adalah 30 tahun, tentu nilai tunggal 30 tahun ini tidak mengambarkan apa apa, akan berbeda jika ukuran yang dipakai adalah nilai ratio usia produktif / usia keseluruhan penduduk atau nilai distribusi usia dan jumlah orang pada tiap usia” .  

Berhubung saya sendiri sedang belajar mengenai ekonomi makro dan sistem perekonomian, maka masukan dan kritikan akan diterima dengan senang hati. Sepertinya riset mengenai hal ini (alat ukur pengganti GDP) ini akan sangat menarik, selain itu sangat menarik melihat bagaimana implementasi shariah pada saat standard perekonomian dunia saat ini dikuasai para kapitalis.

Ada yang berminat untuk meriset ini ??  ..

636069052205139287417551989 SOCIALISM CAPITALISM

Bhinneka Tunggal Ika VS Isu SARA

Pilkada DKI 2017 ini kita lihat moment meruncingnya sentimen agama (SARA) dalam kampanye kampanye politik yang dihadirkan. Terjadi fenomena decouple dimana perkembangan Bhinneka Tunggal Ika dan Agama itu mengarah ke arah yang berlawanan. Maksudnya adalah kalo rasa kebhinekaan tinggi maka kepentingan agama akan banyak dikurangi karena harus mengadopsi / memberikan ruang kepada penganut agama yang lain. Demikian juga sebaliknya kalo kepentingan agama diakomodasi dengan tinggi, maka rasa kebhinekaan akan berkurang, karena kita menghabiskan ruang kebebasan penganut agama lain di Indonesia. Dilema ya … !!

Fenomena ini tidak saya lihat sewaktu saya kecil, Saat itu orde baru merupakan pemerintahan yang otoriter dimana segala aspek kehidupan diatur pemerintah, contoh sederhana yang paling kelihatan adalah saya jarang melihat wanita berhijab saat itu, karena ada tekanan kebebasan agama dari penguasa, sehingga wanita muslim tidak leluasa mengekspresikan haknya, hal ini sangat berbeda dengan yang kita lihat saat ini, banyak sekali wanita muslim yang berhijab. Seingat saya bahkan partai Islam waktu itu (PPP) juga dipaksa Orba menggunakan asas pancasila / bhinneka tunggal ika, terlihat dari perubahan lambang partainya dari Kabah ke Bintang (lihat link ini). Di negara komunis dan otoriter seperti China atau Rusia, agama dianggap musuh produktivitas. Sehingga seluruh masyarakat diberikan tujuan bekerja dalam koridor ideologi negara.  Atau seperti Prancis dimana agama itu tidak boleh bercampur dengan urusan politik / negara. 

Menariknya gontok gontokan yang ada di Indonesia disiram oleh suhu politik menyebabkan kedua kelompok mengklaim kelompok lain tidak menghormati hak kelompoknya, tidak pancasilais, dan tidak mengamalkan bhinneka tunggal ika. Kelompok yang mendukung pemimpin paslon muslim menyatakan bahwa itu adalah hak mereka memilih pemimpin yang harus muslim dan melaksanakan pemerintahan berdasarkan prinsip prinsip islam. Kalau kelompok lain tidak menghormati hak mereka maka kelompok lain itu tidak mendukung bhinneka tunggal ika. Sedangkan kelompok pendukung paslon non muslim menyatakan bahwa semua orang mendapatkan hak yang sama untuk jadi pemimpin, asal terbukti program dan track recordnya bagus. Jika kelompok lain mempermasalahkan isu SARA, maka kelompok lain tidak mendukung prinsip bhinneka tunggal ika.

Dengan klaim yang saling bertentangan tersebut, kembali kepada pilihan kita, menurut saya sah sah aja pilihan masing masing, apalagi negara kita negara demokrasi. Yang penting jangan sampai pake kampanye gelap, hoax, dan cara cara destruktif lainnya. Kasian rakyat kecil yang masih membangun literasi politik, terus malah dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Saya percaya siapapun yang terpilih, mereka adalah yang terbaik untuk menjadi pemimpin. 

Technopreneur Workshop Speaker

Berawal dari kebiasaan ngomong mengenai New Digital Economy dan Disruptive Innovation, akhirnya pada suatu kesempatan saya ditodong untuk memberikan materi tentang Technopreneurship. Saya yang latar belakangnya bukan dari bidang Entrepreneurship sempat khawatir juga, jangan jangan saya cuman sok tahu tentang bidang ini. Akhirnya setelah menyelidiki kesana kemari, ternyata Technopreneur ini lebih kental ke nuansa inovasi penggunaan teknologi, startup, solusi inovatif, dan hal hal yang lebih erat ke bidang ICT (atau TIK) (high technology). Technopreneur adalah Entrepreneur (wirausaha) yang melibatkan penggunaan high technology (termasuk ICT). Technopreneur erat hubungannya dengan StartUp dan metode metode kebaruan saat ini seperi crowdsource / crowdfunding, dll

Acara dilangsungkan di plaza clicksquare, dengan peserta sekitar 300 orang, lumayan banyak dan ternyata bidang ini sangat menarik minat audiens yah. Peserta didominasi oleh anak anak SMA yang sedang mengikuti seleksi paskibraka tingkat kota Bandung. Berbicara dengan audiens anak SMA ini sangat menyenangkan, mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar.  Apalagi saya berharap mereka inilah yang nanti akan menjadi tulang punggung ekonomi digital masa depan Indonesia, sehingga saya berusaha menyampaikan dengan bahasa yang sederhana tapi mudah dipahami, terutama berkenaan dengan praktik ekonomi global yang sangat dipengaruhi oleh teknologi TIK. 

Diskusi meliputi fenomena TIK, tantangan / kompetisi pekerjaan, perlunya bangsa kita akan ide ide inovasi / kreatif dengan bantuan teknologi TIK, serta bekal apa saja yang mereka butuhkan untuk bisa survive di masa depan. Banyak juga yang belum terbayang implementasi praktisnya. Saya coba putarkan video youtube tentang Future Vision, setidaknya memberikan gambaran kondisi near future dan itu adalah masa dimana mereka akan berkarya. 93 dari 255 juta penduduk Indonesia terhubung internet, setidaknya dari 93 juta tersebut bisa lahir technopreneur technopreneur handal Indonesia. Semoga .. Amin 

IMG 3299

7th Techno screen

IMG 3309