Selamat Datang Semester Genap 2015/2016

Tidak terasa 11 Januari 2016, Universitas Telkom sudah memulai aktivitas semester baru. Seperti biasanya pada saat semester baru dimulai, maka saya akan meresume apa yang akan saya ajarkan di semester ini. Pada semester ini saya akan mengajar dua mata kuliah baru yaitu yang New Digital Economy / NDE dan Rich Media & User Experience / RMUX. Mengajar dua mata kuliah tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi saya, karena keduanya bukan mata kuliah yang masuk di dalam area utama penelitian saya pribadi dan tim riset saya sekarang. Memang saya pernah belajar dan mempunyai pengetahuan tentang subyek tersebut, makanya kenapa saya ditugaskan untuk mengampunya. Karena ada transisi perubahan kurikulum, maka di semester ini tidak ada mata kuliah yang berhubungan dengan fokus riset saya yaitu data analytics.

NDE adalah mata kuliah yang membahas mengenai efek dan peluang adanya Teknologi Informasi Komunikasi dalam aktivitas ekonomi, ekosistem bisnis digital, SMART (Social, Mobile, Apps, RealTime, Trusted) Economy. Banyak sekali topik bahasan yang bisa dimasukan ke dalam kuliah ini. Untungnya saya dibantu rekan dosen senior yang memang ahli di bidang ini, sehingga materi pengajarannya bisa dibuat terurut sedemikian rupa sehingga bisa disampaikan dengan sistematis. Oh ya saya koordinator perkuliahan mata kuliah NDE ini.

RMUX pada dasarnya adalah mata kuliah yang berhubungan dengan ketrampilan mahasiswa untuk membuat produk, konten, atau aplikasi yang bisa menarik pengguna untuk mengkonsumsi. Mata kuliah ini banyak menggunakan aktivitas lab. Kita perkenalkan metodologi User Experience (UX) sebagai dasar teori untuk membuat produk yang bisa membangkitkan sensasi pengguna. Alat alat praktek yang digunakan untuk membuat produk yang memenuhi kriteria UX adalah HTML5 / CSS3 / jQuery. Menurut saya ini adalah kuliah yang mudah, tapi belum tentu mudah bagi mahasiswa manajemen, karena kebanyakan dari mereka belum mempunyai modal pengetahuan dasar mengenai alat ( HTML).

Disamping mengajar, aktivitas penelitian di lab akan semakin sibuk, dengan makin banyaknya anggota baru yang bergabung, terutama dari angkatan 2013. Karena semester ini tidak ada mata kuliah yang berhubungan dengan data, dan angkatan 2013 belum pernah mendapatkan mata kuliah data analytics, sedangkan semester depan mata kuliah Big Data dibuka untuk angkatan 2014, maka saya harus membuat kelas tambahan tentang data untuk beberapa mahasiswa 2013 tersebut, agar supaya semester depan mereka bisa menjadi asisten lab Big Data dan juga meneruskan roadmap penelitian lab Big Data.

Kuliah baru mulai tapi kesibukan sudah terbayang, semoga assignment lain lain tidak bertambah banyak, karena saya juga harus beresin juga urusan disertasi dengan target yang cukup banyak di semester ini. Tetap semangat !! sibuk tapi excited …. 

Screen Shot 2016 01 13 at 7 14 25 AM

buku buku yang saya gunakan untuk mata kuliah New Digital Economy

Advertisements

Panen Sidang dan Problematikanya

Menjelang akhir semester dan menjelang wisuda periode berikutnya, biasanya sudah maklum akan adanya periode masa sidang. Demikian juga yang terjadi di tempat kami. Dalam periode 8 hari kedepan kami memasuki periode sidang masal. Ada sekitar 200an mahasiswa yang harus disidang. Muncul beberapa hal yang merepotkan, yang terutama adalah problem plotting dosen penguji dan ketersediaan ruangan.

Karena beragamnya keilmuan yang diujikan maka seringkali ketersediaan dosen yang kompeten untuk menguji menjadi terbatas atau tidak merata. Ada dosen dengan keahlian tertentu tidak banyak menguji dan ada dosen yang terpaksa menguji bidang yang bukan keahlian yang bersangkutan. Ini terjadi disebabkan juga tidak meratanya peminatan skripsi yang dilakukan mahasiswa, ya tapi ini resiko suatu prodi dengan banyak akar keilmuan dalam satu payung, tapi distribusi kompetensi dosen yang tidak merata.

Problem ketersediaan ruangan terjadi karena terbatasnya jumlah ruang sidang. Lebih susahnya lagi pada saat yang bersamaan masih berlangsungkan masa UAS, sehingga sulit memperoleh ruang kosong cadangan untuk penjadwalan kembali suatu jadwal yang tidak bisa dipenuhi dosen, karena dosen tersebut masih harus mengerjakan penugasan penugasan penting lainnya, sedangkan sidang harus tetap berlangsung. Sulitnya melakukan penjadwalan ulang berakibat jadwal menguji yang tidak efektif, bahkan beberapa dosen sampai harus menguji secara paralel dalam waktu yang sama.

Memang akhirnya serba repot, masa sidang jadi dipenuhi dengan kegiatan negosiasi jadwal, mencari dosen penguji pengganti jika jadwal tidak bisa dipenuhi, tukar menukar jadwal antar dosen, yang pada akhirnya hal ini menjadi aktivitas kolaboratif antar dosen untuk menentukan siapa pengganti layak bagi dirinya dan apakah dirinya layak menggantikan dosen lain. Dan ini lumayan menyerap energi dan waktu ya ..

Problematika penjadwalan ini membuat saya berpikir apa tidak sebaiknya kita adaptasi model baru yaitu waktu sidang berdasarkan kesepakatan langsung antara mahasiswa dan para penguji (tidak perlu difasilitasi bagian administrasi) dan tidak perlu dilakukan di ruang fisik. Nah kalo gini problem penjadwalan tidak akan ada lagi, yang ada adalah negosiasi jadwal sidang. Kekuatiran yang muncul  adalah semakin bertambahnya mahasiswa, maka kedepannya masa sidang akan jadi masa yang memusingkan bagi semua pihak (mahasiswa, dosen dan pendukung administrasi) ..

Apa Kata Mahasiswa Saya Tentang Dosennya ? ..

Kadang kadang (dalam kasus saya sih sering) kita tidak perlu mendengar opini orang lain tentang kita. Alasan saya sih sederhana, saya tidak mau terganggu konsentrasi saya dan hanya fokus untuk hal hal yang lebih penting saja.. Hanya sedikit opini yang memang benar benar saya ikuti yaitu opini keluarga inti (istri / anak / orang tua), opini pembimbing dan opini beberapa kolega yang memang sudah saya percayai / yang mempengaruhi saya / yang saya kagumi. 

Nah yang jadi masalah saya jarang mendengar opini mahasiswa, entah kenapa, kalo analisa saya sih mungkin karena kesibukan saya jadi belum pernah diskusi secara berkualitas dengan mereka, Jadinya hubungan yang terjadi lebih sering saya yang memberikan opini saya dan mereka (biasanya) setuju setuju aja. Mungkin juga ada beberapa yang tidak setuju tapi belum tahu cara berargumentasi yang baik dengan dosennya, sehingga memilih diam saja. Untungnya sekarang lewat media internet kita bisa menuliskan opini kita lewat blog. Jadinya saya tahu apa opini salah seorang mahasiswa saya lewat blognya. thanks Aul for writing your opinion.

link blognya  : http://anindiaulia.wordpress.com/2015/11/30/100dps-day-71-dosen-terbaik/

Screen Shot 2015 12 04 at 3 39 34 PM

Cepat Lulus atau Lama Lulus ?

Hari ini dua mahasiswa bimbingan saya lulus ujian sidang tugas akhir, yang artinya tidak lama lagi mereka sudah bukan mahasiswa lagi. Mereka adalah angkatan 2011 yang artinya pas 4 tahun kuliahnya. Untuk ukuran mahasiswa sekarang lulus 4 tahun itu adalah kewajaran, karena SOP perguruan tinggi ditingkatkan dan waktu kelulusan menjadi lebih cepat. Kuliah dianggap menjadi lebih mudah daripada jaman dulu  (nah ini masih perlu diperdebatkan, apa iya lebih mudah ?) ..

Kedua mahasiswa tersebut mengerjakan skripsi yang cukup kompleks dengan topik unik dan menarik. Dengan topik sebagus itu, saya sebagai dosen mengharapkan keduanya  bisa meneruskan sekolah (menjadi dosen) atau bekerja di perusahaan besar menggunakan skill mereka yang unik. Tapi harapan tinggal harapan, salah satu dari mereka mengabarkan bahwa sudah diterima sebagai management trainee di perusahaan rantai supermarket besar di Indonesia dengan gaji cukup besar. Saya pikir sayang juga kalo masuk menjadi management trainee karena belum jelas nanti pekerjaan spesifiknya nanti menjadi apa, apalagi bidang ini tidak perlu skill seperti yang dikuasai mahasiswa saya.

Kemudian muncul pemikiran saya, bahwa sebenarnya mahasiswa seharusnya tidak usah buru buru lulus, dalam artian daripada lulus terus maen sabet pekerjaan yang didepan mata, karena kalau sudah lulus maka tuntutan dari orang tua adalah untuk segera bekerja, meskipun jenis pekerjaannya tidak disukai. Bahkan tidak sedikit yang cepat lulus malah menganggur lama,  karena kompetisi mencari kerja yang tinggi, tidak disertai skill yang mumpuni dari yang bersangkutan.

Lebih baik mengincar pekerjaan impian, dengan planning yang baik mencari pekerjaan dan perusahaan yang sesuai dengan bidangnya.  Sambil menunggu lulus mereka bisa menjadi asisten pengajar dosen atau asisten peneliti untuk menambah pengalaman lebih. Kalau sudah lulus mereka “harusnya” sudah tidak boleh berada di kampus lagi. Ini artinya lama lulus pun belum tentu jelek asal punya planning yang baik untuk masa depannya.

Jadi lebih baik mana cepat lulus atau lama lulus ? …

 

83549973974 lulus

sumber gambar : google.com

rush blood to the head (deadline)

beberapa hari kemarin saya ngerasain ‘rush blood to the head’ , ini bukan judul albumnya coldplay, tapi ketegangan karena beberapa deadline berdekatan. seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, saya sedang mengikuti pelatihan PEKERTI atau singkatan dari peningkatan ketrampilan dasar teknik instruksional, atau kata lainnya kita para dosen diajarkan bagaimana merancang materi perkuliahan buat mahasiswa. pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama sebelumnya kalo mau bikin materi kuliah selalu berdasarkan asumsi dari dosen, disini banyak proses yang dilakukan sebelum akhirnya jadilah materi kuliah untuk mahasiswa. di pelatihan ini kita diberikan tugas yang lumayan berat, dan karena beratnya akhirnya beres at the last minute padahal gak pake sks lho sistem kebut semalam. oh yah pelatihan ini berlangsung tiap weekend selama 4 kali, jadi lumayan juga perjuangannya ijin ke keluarga :p

pada saat yang hampir bersamaan, beda 2 hari sesudah deadline pekerti, saya juga harus mengumpulkan draft buku yang saya tulis untuk bahan ajar mata kuliah ‘mobile content development’. selama ini saya cuman punya bayangan apa aja yang akan saya tulis di buku, tapi belum pernah sama sekali menuliskannya, akhirnya dalam waktu 48 jam with barely sleeping ngetik mulai dari nol, bisa juga menyelesaikan draft 4 bab dari buku tersebut sebanyak 48 halaman. goshhhhh !!! lewat deadline hari senin siang terasa lega banget, langsung bayar utang kurang tidur 😀

seminggu ini berasa tenang sekali, saya bisa otak atik website photography saya dan nambah upload beberapa foto disana. tapi deadline besar udah menunggu di pertengahan januari. final version dari buku yang saya tulis harus beres tanggal 15 januari, yang artinya 8 bab lagi. dan juga 2 penelitian harus beres akhir januari, padahal semuanya masih berupa konsep di kepala dan belum dikerjakan sama sekali.

jadi dosen peneliti sama aja ama jadi photographer, sama juga ama memimpin proyek IT, kita gak perlu ngantor kerja administrasi sana sini yang penting kerjaan beres pas deadline, yah bener deadline, itu adalah kata yang paling akrab di telinga saya. saya gak jauh beda ama mahasiswa, setiap saat ketemu deadline. mari beresin deadline …. Semangattt