Review Sena : Alat Komunikasi Bluetooth untuk Motorist

Jika anda hobi melakukan touring (terutama jarak jauh), maka merk SENA mungkin tidak asing didengar. Sena adalah pembuat alat komunikasi berdasarkan bluetooth untuk berkomunikasi antar pengendara sepeda motor, fungsi alat komunikasi ini seperti Handy Talkie (HT), tapi posisinya lebih nyaman karena instalasinya diintegrasikan ke dalam helm dan selain itu daya tahan batere yang handal. Selain untuk berkomunikasi (individual / group intercom), Sena juga berfungsi untuk menerima panggilan telpon, menelpon, mendengarkan musik dari handphone, mendengarkan radio dan bahkan ada tipe yang berfungsi juga sebagai action cam (hasil videonya bisa dilihat disini). Berbagai macam jenis alat komunikasi Sena bisa dilihat disini.

Saya membeli Sena 10S double. artinya beli langsung paket dua item Sena 10S. Paket ini sebeneranya untuk pasangan yang berboncengan agar mereka bisa tetap berkomunikasi, jadi ngobrolnya tidak perlu sambil teriak karena suara kurang terdengar. Dengan menggunakan Sena maka perjalanan akan berasa jauh lebih nyaman, dan tidak merasa sepi karena meskipun posisi berboncengan kita masih tetap bisa mengobrol. Saya beli patungan ama teman, karena kita berdua tidak pernah membonceng maka masing masing hanya perlu membeli satu sena. Sena 10S adalah sena keluaran terbaru di 2016, tapi secara spesifikasi, dia berada dibawah Sena 20S (spesifikasi tertinggi dari Sena).

Review saya selama menggunakan Sena 10S dalam perjalanan touring saya Bandung-Bromo sangatlah positif, beberapa keunggulannya adalah: 

1. Selama perjalanan saya bisa mengobrol dengan sesama rekan touring, sehingga perjalanan tidak berasa menjemukan. Selain itu saya bisa berkoordinasi on the fly mengenai perubahan rute karena kemacetan didepan kita ataupun posisi kita ketinggalan barisan (kesasar). Pada suatu waktu di perjalanan tersebut motor saya jatuh dan saya berada pada posisi dibelakang barisan (sweeper), maka saya bisa menginformasikan rekan yang berada di barisan depan, sehingga mereka berhenti dan kembali menjemput saya di lokasi jatuh. Bayangkan kalo saat saya satuh temen saya tidak menggunakan sena, maka akan sulit untuk menghubungi mereka meskipun by handphone. 

2. Jika tidak sedang mengobrol, maka saya mendengarkan musik, baik dari radio maupun dari koleksi lagu di HP, sehingga perjalanan tidak berasa membosankan atau bahkan membuat  kita mengantuk.  

3. Sepanjang perjalanan 24 jam Bandung-Bromo, saya sama sekali tidak perlu ngecharge batere Sena. Spesifikasi sena adalah talk time 12 jam dan standby time 10 jam. Spesifikasi ini sudah cukup untuk perjalanan 24 jam. 

4. Dalam kondisi hujan Sena pun tetap bisa perform dengan baik, karena dia sudah waterproof. Dalam kondisi hujan dimana pandangan kita kurang begitu jelas, Sena bisa membantu kita melakukan koordinasi lokasi rider dengan rekan rekan lainnya.

Satu hal yang negatif dari Sena adalah harganya yang lumayan tinggi, untuk Sena 10S double harganya 6 juta, jadi saya membayar 3 juta untuk satu bijinya. Dibandingkan interkom keluaran lainnya maka harga Sena berada jauh diatas. Akan tetapi memang harga tidak bohong, karena kualitasnya memang jauh lebih handal dibandingkan alat interkom bluetooth lainnya.

 

13528136 10154104100180202 4198206561566984703 o

Sena 10S terpasang pada Shoei GT-Air saya

Advertisements

Riding to Kamodjang

[late blog entry] Tanggal 07.02.2016 ada undangan aqiqah putra Kang Gusman, salah satu anggota #BNC di kadungora, Garut. Kang Gusman menggundang seluruh anggota #BNC untuk hadir. Pada kesempatan ini sekalian dijadikan wacana untuk morning ride. Ternyata setelah didaftar ada sekitar 100 anggota yang berminat hadir. Saya bersama kelompok kecil sejumlah 9 motor berinisiatif untuk berangkat lebih pagi untuk eksplorasi kawah kamodjang terlebih dahulu sebelum datang ke acara undangan, dengan alsan biar sorenya kita masih bisa melakukan kegiatan lain bersama keluarga. Sedangkan grup utama BNC datang ke acara undangan dulu sebelum riding ke kamodjang / drajad pass.

Jalur yang ditempuh adalah melalui Majalaya, kemudian menuju Desa Paseh dan akhirnya menembus  Kawah Kamodjang. Perjalanan pagi sangatlah menyenangkan, karena jalur yang kita lewati relatif sepi dan cuaca pegunungan yang segar. Sepanjang perjalanan kami sempat mengambil beberapa foto dan video yang saya attach di entry blog kali ini.

Video Morning Ride to Kamodjang :

Foto foto Morning Ride

GOPR5009

GOPR5017

GOPR5022

GOPR5024GOPR5028GOPR5032IMG 2016 02 07 19 1IMG 2016 02 07 19IMG 2016 02 08 10 50YDXJ1065YDXJ1083YDXJ1096YDXJ1098YDXJ1112YDXJ1122

Ride to Darajat

Minggu 20.12.2015 adalah jadwal riding terakhir tahun 2015, secara dua weekend tersisa di akhir tahun ini bakal diisi dengan rencana liburan keluarga. Riding kali ini bertepatan bentrok jadwalnya dengan acara riding utama BNC ke Purwakarta. Berhubung minggu kemarin saya dan beberapa rekan riding sudah ke Purwakarta, maka kita  tetapkan untuk  meneruskan acara riding ke Darajat. Selain itu juga dengan alasan karena acara ini sudah direncanakan sejak lama, jadi ga ada alasan untuk tiba tiba dibatalkan. Karena bentrok akibatnya dari tadinya sekitar 15-18 motor yang ikut, ternyata yang benar benar ikut cuma 9 motor / 10 orang. Tapi tidak masalah riding dengan peserta antara 9-13 motor itu rasanya lebih enak dan tidak repot. 

Puncak Darajat lokasinya di Kabupaten Garut. Tempat ini terkenal dengan sumber air panasnya. Letaknya tidak terlalu jauh dari Bandung memang, hanya sekitar 106 km dari rumah saya di Padalarang. Jadi kalo dari kota Bandung paling sekitar 70-80an km. Kita start pukul 7:00 pagi dari Batununggal dan sampai di Darajat sekitar pukul 9:30 pagi. Kemudian kita berendem air panas sampai sekitar pukul 11:30. Rencananya perjalanan dilanjutkan ke Kawah Kamodjang, tetapi jalan menuju kesana macet total karena ada acara kawinan warga yang parkiran mobil tamunya menutupi jalan utama (astagaa !!). Akhirnya kita langsung menuju ke rumah Kang Gusman di Kadungora untuk santap siang yang dahsyatt.. tapi emang menunya dahsyatt banget (lihat foto). Selesai makan siang jam 3:00 lebih lebih kita kembali ke Bandung.

Terima Kasih Pak Dedi, Kang Firman, Bro Randi & Randy, Om Alwin, Willi, Kang Gusman, dan Pak Ramlan yang udah join di Riding minggu ini. 

Petadaradjat

peta rute dari rumah ke darajat

WP 20151220 09 22 52 Pro 1

WP 20151220 09 37 12 Pro

sebelum masuk kita tempat berendam air panas

Y0130016Y0130030Y0140503

rear action cam 

YDXJ0581

berendem air panas dulu

IMG 5758

menu jamuan Kang Gusman, Ikan Goreng dan teman temannya

WP 20151220 07 23 10 Pro

Peserta riding kali ini, 9 motor dan 10 orang 

MeetUp dengan Maxus

Maxus adalah wadah komunitas Nmax di forum kaskus, dimana saya adalah salah satu anggotanya. Maxus kebanyakan anggotanya berdomisili di Jakarta, sedangkan di Bandung baru kelihatan sedikit sekali. Forum chat telegramnya pun didominasi oleh rekan rekan maxus jakarta. Maka pada tanggal 12 Desember 2015, ketika Maxus mengadakan acara riding ke Jatiluhur, maka kami yang di Bandung berinisiatif untuk ikutan join ke jatiluhur untuk bertatap muka dan berkenalan dengan anggota Maxus yang selama ini hanya kami kenal lewat chat.

Dari Bandung kami berangkat sebanyak 14 motor, yang isinya antara lain anggota Maxus, anggota BNC, dan anggota kedua komunitas tersebut, seperti saya. Seperti biasa rekan rekan BNC yang saya ajak adalah rekan rekan yang biasa secara rutin turing bareng saya selama ini. Dari Maxus jakarta total rombongan adalah 34 motor, dari Maxus Bandung dan BNC 14 motor. Oh yah kami dibantu sekali oleh rekan rekan BNC Purwakarta yang menjemput dan mengantarkan kami selama di Jatiluhur. Kira kira ada sekitar 10 motor dari BNC Purwakarta yang ikutan bertemu dengan rombongan kami.

Kami sampai di lokasi lebih cepat dari rombongan Jakarta dan menunggu cukup lama sampai mereka datang, ternyata rombongan Jakarta memilih rute jalan offroad sehingga mereka lama nyampe ke Jatiluhurnya. Setelah acara berkenalan dan foto bersama, kami pun undur diri karena ingin pergi menengok markas sekretariat BNC Purwakarta yang baru.

Saya juga otak atik dan eksperimen dengan actioncam Xiaomi Yi di touring ini, saya ingin mencoba mode timelapse, ternyata setelah dilihat hasilnya gagal semua (over exposure) jadi fotonya didominasi warna putih karena kebanyakan cahaya. Rasanya default metering dari Xiaomi Yi untuk timelapse kurang pas. Waktu kami kembali ke Bandung, saya mencoba menggunakan video di saat hujan dan ternyata housing kameranya berembun, sehingga hasilnya pun jadi kurang optimal (ada blurnya). Jadi pelajaran baru gimana harus mengatur actioncam saya supaya bekerja optimal. Nanti eksperimen actioncam lagi di touring selanjutnya.

FullSizeRender 3

rombongan bandung berpose di pinggir jalan raya bandung – purwakarta

IMG 5622

maxus jakarta, maxus bandung, dan bnc berfoto bersama

FullSizeRender 2

baru tahu spot ini yang namanya istora di jatiluhur. spotnya keren

Untitled 2

captured dari video actioncam

661035 20151213113842

rehat makan siang (foto minjem dari forum kaskus)

IMG 5611

di sekre BNC Purwakarta

NMAX riding to Rancabuaya

Komunitas NMAX Bandung (BNC) pada hari minggu  01.11.2015 melakukan a day riding ke pantai Rancabuaya dan Jayanti di Bandung Selatan. Acara ini diikuti oleh 15 motor, tidak terlalu banyak memang, tapi saya sendiri merasa touring yang paling enak itu sekitar 10-15 motor. Kalau terlalu sedikit kurang seru, kalau terlalu banyak motor malah repot ngaturnya. Sebagai salah satu senior BNC di touring ini maka saya merasa mempunyai tanggung jawab besar untuk ikut menjaga keselamatan berkendara peserta riding ini. Rute riding adalah Bandung-Pangalengan-Cisewu-Rancabuaya-Jayanti-Ciwidey-Bandung. Kita start pukul 7.30 pom dari bensin Moh.Toha Bandung

Rute diatas adalah rute yang mengasyikkan, jalur Pangalengan-Cisewu-Rancabuaya jalannya lumayan sempit dan dipenuhi dengan belokan belokan tajam, kalau tidak hati hati kita bisa ‘tekor’ ke jalur kendaraan berlawanan arah. Jalur ini melalui perkampungan dan menuruni gunung menuju pantai. Sesampai di Rancabuaya kita makan siang seafood di bale pinggir pantai, suasana yang mantap. Perjalanan Bandung-Rancabuaya kita tempuh dalam waktu 4 jam. Selanjutnya setelah istirahat dan makan siang selama 2 jam, kita lanjutkan perjalanan kembali ke Bandung, melalui jalur Jayanti-Ciwidey, yang tidak kalah kerennya. Jalur ini dipenuhi oleh hutan dan kebun teh, kita melalui jalur ini sekitar pukul 2-3 siang, dan sepanjang perjalanan sudah dipenuhi oleh kabut yang lumayan tebal. Menjelang mencapai Ciwidey, kabut sudah hilang dan kita sampai di Ciwidey sekitar pukul 5 sore. Overal jalur yang sangat saya rekomendasikan untuk belajar cornering …

Oh yah dalam turing ini saya dan salah seorang rekan melakukan eksperimen merekam perjalanan dengan actioncam yang dipasang di bagian belakang NMAX. Hasilnya keren sekali, next time teknik ini akan lebih saya eksplorasi lagi. Berikut ini foto nyelpie diatas motor, video lengkap perjalanan (youtube) dan video clip (instagram)

Kolasemotor800

BNC

 

city rolling with #nmaxbandung : jalan jalan dan jepret jepret

Hari Sabtu 4 April 2015, Klub Bandung NMax Community mendeklarasikan pembentukannya sekaligus menyelenggarakan acara jalan jalan sekitaran kota Bandung. City rolling ini jaman dulu mungkin namanya jjs, tapi kita melakukannya ga sore sih, tapi pagi-siang hari dimulai  dari pukul 9 pagi ..

Acara start di DDS Soekarno Hatta dan finish di cimahi mall. Beberapa kelompok berkumpul disuatu tempat kemudian bersama sama menuju ke DDS. Saya pagi hari berkumpul di markas BNC, jln tamansari. Ada 5 motor yang berangkat dari tamansari. Acaranya sangat fun (cerita detailnya next time aja ya). Berikut ini saya langsung share saja beberapa foto fotonya dari jalan jalan dan jepret jepret kali ini :

DSC06835

kelompok yang berangkat dari markas BNC, jalan tamansari

DSC06840

5 motor menuju DDS Soekarno Hatta

DSC06861

Start city rolling dari DDS Soekarno Hatta

DSC06868

jalan soekarno hatta

DSC06886

gedung sate

DSC06891

jembatan layang pasopati

DSC06913

Gunung Batu

DSC06916

Menuju Cimahi

DSC06919DSC06921DSC06929

Semua Nmax peserta city rolling finish di tempat deklarasi di Cimahi Mall