MeetUp dengan Maxus

Maxus adalah wadah komunitas Nmax di forum kaskus, dimana saya adalah salah satu anggotanya. Maxus kebanyakan anggotanya berdomisili di Jakarta, sedangkan di Bandung baru kelihatan sedikit sekali. Forum chat telegramnya pun didominasi oleh rekan rekan maxus jakarta. Maka pada tanggal 12 Desember 2015, ketika Maxus mengadakan acara riding ke Jatiluhur, maka kami yang di Bandung berinisiatif untuk ikutan join ke jatiluhur untuk bertatap muka dan berkenalan dengan anggota Maxus yang selama ini hanya kami kenal lewat chat.

Dari Bandung kami berangkat sebanyak 14 motor, yang isinya antara lain anggota Maxus, anggota BNC, dan anggota kedua komunitas tersebut, seperti saya. Seperti biasa rekan rekan BNC yang saya ajak adalah rekan rekan yang biasa secara rutin turing bareng saya selama ini. Dari Maxus jakarta total rombongan adalah 34 motor, dari Maxus Bandung dan BNC 14 motor. Oh yah kami dibantu sekali oleh rekan rekan BNC Purwakarta yang menjemput dan mengantarkan kami selama di Jatiluhur. Kira kira ada sekitar 10 motor dari BNC Purwakarta yang ikutan bertemu dengan rombongan kami.

Kami sampai di lokasi lebih cepat dari rombongan Jakarta dan menunggu cukup lama sampai mereka datang, ternyata rombongan Jakarta memilih rute jalan offroad sehingga mereka lama nyampe ke Jatiluhurnya. Setelah acara berkenalan dan foto bersama, kami pun undur diri karena ingin pergi menengok markas sekretariat BNC Purwakarta yang baru.

Saya juga otak atik dan eksperimen dengan actioncam Xiaomi Yi di touring ini, saya ingin mencoba mode timelapse, ternyata setelah dilihat hasilnya gagal semua (over exposure) jadi fotonya didominasi warna putih karena kebanyakan cahaya. Rasanya default metering dari Xiaomi Yi untuk timelapse kurang pas. Waktu kami kembali ke Bandung, saya mencoba menggunakan video di saat hujan dan ternyata housing kameranya berembun, sehingga hasilnya pun jadi kurang optimal (ada blurnya). Jadi pelajaran baru gimana harus mengatur actioncam saya supaya bekerja optimal. Nanti eksperimen actioncam lagi di touring selanjutnya.

FullSizeRender 3

rombongan bandung berpose di pinggir jalan raya bandung – purwakarta

IMG 5622

maxus jakarta, maxus bandung, dan bnc berfoto bersama

FullSizeRender 2

baru tahu spot ini yang namanya istora di jatiluhur. spotnya keren

Untitled 2

captured dari video actioncam

661035 20151213113842

rehat makan siang (foto minjem dari forum kaskus)

IMG 5611

di sekre BNC Purwakarta

Advertisements

Cerita Touring Terjauh (dalam sehari)

Tanggal 5 desember 2015, saya bersama sekitar 80an anggota bandung nmax community (BNC) mengikuti touring bersama ke pantai Cipatujah di Tasikmalaya selatan. Sebenarnya acara ini berlangsung tanggal 5-6 desember, tetapi karena teman teman satu rombongan yang barengan berangkat dari kota baru parahnyangan pengen langsung pulang karena besoknya tanggal 6 ada acara, maka saya tanggal 5 tersebut riding Bandung – Cipatujah – Bandung pulang-pergi. Padahal kalo nginep bisa lebih nyantai ridingnya, tapi gak apa apa buat pengalaman sekali kali. Total jarak Bandung – Cipatujah – Bandung di odometer motor saya adalah 422 km. 

Tempat kumpul acara ini ada didepan Telkom University di jalan terusan buah batu. Sekitar 80 an motor berkumpul disana untuk berangkat bersama sama, sementara karena saya posisi sangat jauh dari lokasi kumpul untuk pemberangkatan, maka saya lewat jalan pintas dengan rencana bertemu rombongan utama di daerah Pangalengan.

Rute Touringnya ada di peta dibawah ini. 

Cipatujah

 

Rutenya sebenarnya dimulai dari titik A (rumah) sampai kembali ke rumah lagi, tapi karena google maps cuman bisa 10 rute (ini harus diprotes ah), maka saya cuman bisa bikin sampai titik I di daerah sekitar cileunyi. Dari titik I kembali ke titik A saya lewat jalan Soekarno-hatta menuju Cimahi dan akhirnya sampai di rumah di Padalarang.

Kami berangkat dari titik A sebanyak 4 motor pada pukul 6 pagi , kemudian menuju titik C (Stadion Jalak Harupat) Soreang melewati jalan raya Batujajar dan Cipatik. Sesampai di Jalak Harupat ada 2 rekan lagi yang bergabung, sehingga rombongan kami menjadi 6 orang. Pada saat di Jalak harupat ada kabar duka datang yaitu anak dari salah satu anggota BNC meninggal dunia pagi itu karena sakit. Beberapa rekan langsung berangkat untuk melayat di rumah duka di daerah cimahi, sehingga rombongan utama dari Telkom University yang seharusnya berangkat jam 7 jadi tertunda berangkat jam 9.30.

Sambil sarapan dan nongkrong dulu kami menunggu di rombongan utama di pangalengan, rombongan kami sekarang terdiri dari 9 motor, karena ada 3 motor lagi yang bergabung dari Banjaran. Kelamaan menunggu akhirnya kami pelan pelan berangkat menuju arah pantai Rancabuaya (titik E) dengan harapan nanti bertemu rombongan utama di jalan. Perjalanan rombongan kecil saya ini sempat diwarnai musibah dua motor anggota tabrakan dan jatuh, mereka adalah anggota newbie, belum pernah touring dan belum terlalu menguasai motornya. Untungnya mereka tidak mengalami luka serius dan motor cuman lecet lecet saja, sehingga kami bisa meneruskan perjalanan. 

Sambil menuju pantai Rancabuaya (titik E) kami sempat menemukan air terjun di daerah Cisewu dan beberapa rekan langsung terjun berenang di sungai tersebut. Sudah berenang dan sudah kenyang makan, tapi rombongan utama belum juga kelihatan datang.  Akhirnya menjelang pukul 12 siang, beberapa motor tercepat dari rombongan utama sudah mencapai lokasi kami, dan mereka bilang bahwa rombongan utama masih jauh tertinggal. Bisa dibayangkan 80 motor berjalan bersamaan, dengan berbagai skill mengendarai motor, belum lagi faktor solo rider atau boncengan, sehingga rombongan banyak terpecah menjadi banyak kelompok kecil. Pengalaman BNC riding ke Pangandaran  yang mencapai 100 motor lebih dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan masing masing road captain dan sweeper. Berbeda dengan jalur Pangandaran yang melewati jalan utama dan banyak kendaraan besar (truk dan bis), di jalur ke cipatujah ini kami melalui jalan kecil dan jarang dilalui kendaraan, jadi rombongan terpecah pecah pun tidak masalah.

Kami sholat dhuhur di mesjid di pinggir pantai sesudai melewati Rancabuaya, saking panjangnya rombongan, dari saat saya mulai sholat sampai selesai sholat, masih banyak motor motor BNC yang lewat dan terbagi dalam beberapa kelompok kelompok kecil. Sesudah sholat dan makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Cipatujah (titik F) sekitar pukul 14:30.

Ada musibah terjadi pada saat menjelang tujuan akhir yaitu sekitar 15 km sebelum pantai Cipatujah. Salah satu motor dikendarai terlalu cepat dan tidak bisa menghindar ketika ada motor dari penduduk setempat yang berputar arah. Motor penabrak lumayan hancur kondisinya, tapi pengendaranya tidak apa apa, sementara yang ditabrak terlempar ke pinggir jalan dan pingsan. Kami takut kalau hal fatal sampai terjadi, untungnya didalam rombongan kami ada 3 dokter yang ikut touring. Mereka langsung membawa korban ke puskesmas terdekat. Dan menunggu sekitar satu jam akhirnya korban siuman. Sementara urusan detail ganti rugi dan lain sebagainya saya sudah tidak mengikuti.

Menjelang maghrib rombongan kamipun sampai di pantai Cipatujah, beberapa langsung check in ke losmen dan resort yang ada. Sementara rombongan kecil kami nongkrong dan foto foto saja di pinggir pantai sambil menunggu waktu makan malam. Setelah makan malam, pukul 7.30  rombongan kecil kami yang terdiri dari 8 motor berangkat kembali ke bandung melalui jalur kota Tasikmalaya dan Garut (titik G dan H). Jalur sepanjang Cipatujah (titik F) ke kota Tasik (titik G) jalannya berkelok kelok dan kondisi cukup gelap. Penerangan lampu utama motor Nmax sangat kurang untuk melewati daerah hutan yang gelap gulita.

Karena ada salah satu motor di rombongan kami yang tidak bisa jalan cepat (jalan tidak lebih dari 40kpj), maka kamipun terpaksa menunggu beberapa kali di beberapa pemberhantian. Akhirnya perjalanan tersebut diakhiri sampai di rumah pukul 1.30 pagi. Jadi perjalanan total dari jam 6 pagi sampai jam 1.30 pagi hari berikutnya. Perjalanan terpanjang dan terlama. Lama karena banyak nunggunya sih, bukan banyak naik motornya. Saking lamanya jadi ga banyak foto atau video yang diambil di perjalanan kali ini … well, ini pengalaman baru buat saya.

 

KecilYDXJ1408

rombongan kecil di pangalengan menuju rancabuaya

KecilYDXJ1411

Air terjun cisewu

KecilYDXJ1414

 Air terjun cisewu

KecilYDXJ1432

istirahat makan siang bersama rombongan utama

KecilDSC08705

pantai cipatujah

KecilDSC08707

pantai cipatujah

KecilDSC08669

menunggu rombongan utama di cisewu

KecilDSC08656

jalur pangalengan – rancabuaya

KecilDSC08726

cipatujah – unspoiled nature

Sunday Morning Ride to Jatigede

Salah satu moment saya dalam menikmati hidup “joie de vivre” adalah naik motor bersama rekan rekan ke satu tujuan tertentu. Jadwal yang biasa kita pilih adalah minggu pagi, dengan alasan minggu pagi adalah moment dimana jalanan paling sepi dibandingkan dengan hari hari yang lain. Bersama sama dengan komunitas #BNC (Komunitas Nmax Bandung), kami sudah beberapa kali melakukan sunday morning ride, contohnya salah satunya adalah jalan jalan, jepret jepret dan jajan jajan ke Sate Maranggi Cibungur Purwakarta. Minggu, 13 September 2015, kami dari #BNC melakukan morning ride dengan peserta 11 motor dan dengan tujuan waduk Jatigede, Sumedang melalui Malangbong-Wado. 

Para peserta morning ride kali didominasi oleh wajah wajah baru #BNC, hanya saya dan kang hardi yang merupakan member lama dan beberapa kali sudah riding bersama. Karena banyaknya member baru, bahkan diantaranya berboncengan suami istri, maka kami putuskan untuk menjalankan motor dengan santai, sehingga kami jalan hanya dengan kecepatan di sekitar 50-60km perjam, itupun beberapa kali ada beberapa peserta yang tertinggal di belakang. Dari keseluruhan peserta, tidak ada satupun dari kami yang pernah mengunjungi waduk Jatigede, jadi wajar sepanjang perjalanan kami harus sering sering bertanya ke penduduk mengenai lokasi waduk tersebut. Oh ya, dalam perjalanan pergi, kami sempat beristirahat di sebuah warung di Wado, yang lokasinya berada di persimpangan sungai .. lokasi yang keren ..

Pada jarak 4 km sebelum mencapai waduk, kami dihadapkan dengan jalan berbatu (setengah offroad), pengendalian nmax pun berasa makin sulit karena karakter nmax harusnya bukan untuk jalan berbatu. Setelah berhasil berjuang susah payah menembus jalan berbatu, kami dihadapkan lagi dengan perjalanan menembus hutan dengan jalan setepak yang diselimuti oleh pasir tebal. Kondisi ini tidak kalah merepotkannya dibandingkan jalan berbatu, karena beberapa kali motor kami mengalami selip di jalanan berpasir tersebut. 

Lokasi tujuan kami ternyata berada diatas ketinggian bukit, sehingga sulit untuk mencapai air danau yang kelihatan jauh dibawah, dan terpaksa kamipun hanya bisa memandangi waduk Jatigede dari kejauhan. Lokasi tujuan yang sangat panas, gersang dan tidak adanya pepohonan memaksa kami untuk tidak lama lama berada disana. Kamipun segera kembali menuju ke kota Sumedang untuk selanjutnya kembali ke Bandung melalui Cadas Pangeran dan Jatinangor.

Total jarak yang saya tempuh dari Padalarang-Jatigede-Padalarang adalah 210 km. Kita start dari Batununggal jam 7 pagi dan saya sampai kembali ke rumah jam 4 sore. Perjalanan berlangsung lebih lama dari seharusnya karena kami benar benar santai dan sempet beristirahat di Cileunyi untuk mencuci motor akibat debu hutan pasir di Jatigede.  Kesan saya, walaupun tempat yang kami kunjungi tidak begitu bagus, tapi pengalaman yang kami dapatkan sangat bagus, mulai jalan almost offroad sehingga melatih shockbreaker motor bisa menjadi lebih empuk, dan ternyata filter udara ferrox gak bermasalah dipakai di jalanan yang berdebu tebal. 

Berikut ini foto foto dan videonya.

 

Jatigede

rute dari padalarang – jatigede – padalarang sepanjang 210 km

YDXJ0864

wefie di jembatan di Wado

YDXJ0868foto di persimpangan sungai dekat  dengan warung tempat istirahat pertama di wado 

YDXJ0870

foto di persimpangan sungai dekat  dengan warung tempat istirahat pertama di wado 

YDXJ0882

Jalan berbatu sepanjang 4km sebelum waduk Jatigede

YDXJ0878

Jalan berbatu sepanjang 4km sebelum waduk Jatigede

YDXJ0884

berfoto ditengah hutan pasir sesudah melewati jalan berbatu

YDXJ0888

pasir tebal

YDXJ0892

sampai lokasi waduk Jatigede, tapi danau kelihatan jauh di bawah

YDXJ0896

berfoto sebelum menuju sumedang

YDXJ0877

selfie  😉

Video video

Berburu Yamaha Nmax dan Cerita Kymco

Saya adalah pengguna kasual motor jenis skuter matic (skutik) pecinta kenyamanan, dengan budget terbatas. Sejak pulang ke indonesia akhir 2006, saya punya pengalaman dengan 4 skutik, dimana 3 skutik sebelumnya adalah skutik taiwan (kymco) dan baru yang terakhir ini saya beli skutik jepang (yamaha). Boleh dikata saya dulu sangat anti dengan skutik jepang sampai akhirnya keluar honda pcx dan yang terakhir yamaha nmax. Entri blog ini akan menceritakan tentang perjuangan memilih skutik nyaman (dengan budget terbatas) sampai akhirnya memilih yamaha nmax.

FullSizeRender (3)

Yamaha Nmax yang baru saya peroleh pada maret 2015

Skutik pertama saya di awal 2007 adalah kymco free lx 110cc , saat itu komunitas kymco sangat dahsyat kehadirannya di internet melalui forum dan milist, sehingga saya teracuni membeli free lx dengan alasan kymco identik dengan faktor kenyamanan. Ternyata skutik ini adalah produk lokal yang ‘kenyamanan’nya sama aja dengan skutik jepang lainnya seperti mio atau vario saat itu, jadi dalam waktu 6 bulan saya jual lagi skutik ini.

1912106_10152186237995202_1052741191_n

Skutik pertama saya, skutik kymco free lx 110 cc pada tahun 2007

Kapok dengan skutik ‘nanggung’,  maka skutik kedua pilihan saya adalah skutik yang terbaik saat itu, yaitu kymco trend sr 125cc. Ini adalah skutik ternyaman yang pernah saya pakai. Saya menggunakannya cukup lama (5 tahun) dari tahun 2007-2012. Pada akhirnya saya terpaksa menjual karena di tahun 2012 sudah mulai sulit mencari spare part, lokasi bengkel yang jauh, selain itu pabrik kymco juga tutup di indonesia. Saya ga mau repot nantinya, makanya saya jual skutik ini. 

556021_10152186237585202_2081932951_n

The best skutik yang menemani saya pada kurun waktu 2007-2012, Kymco Trend SR 125cc

Setelah trend sr terjual saya bingung mencari gantinya. Saya sempat test drive suzuki skywave, honda vario, mio, vespa lx dan ga ada yang menyamai kenyamanan trend sr. Bahkan tidak ada skutik yang modelnya mirip dengan trend sr (ban kecil dan lebar), saya sangat suka model trend sr ini. Karena selera nyeleneh ini saya cukup kesulitan mencari skutik pengganti.

Tahun 2013-2014 saya indent skutik flagship untuk ‘ kenyamanan’ yaitu honda pcx. Yang menyebalkan dari skutik ini adalah waktu  tunggu indent yang sangat lama, saya menunggu selama 6 bulan dan ga datang juga, akhirnya datang kesempatan lain dari kymco. Saya lihat iklan kymco like 150cc di kaskus, tanpa pikir panjang dan tidak menawar saya langsung beli skutik model vespa ini. Karena pada tahun 2011 saya sempat kesengsem dengan like ini tapi ga ada budget hehe. Meskipun skutik ini sangat nyaman ternyata problem yang muncul adalah spare part nya lebih susah lagi di peroleh daripada motor trend sr saya sebelumnya, karena populasinya sangat sedikit di indonesia. Walhasil saya memakai skutik ini dalam waktu cuman 6 bulan, sebelum saya jual lagi.

Untitled-1

Kymco Like 150cc kondisi asli (foto atas), dan kondisi sudah dilapisi stiker (foto bawah)

Awal 2014 kabar baik muncul, kymco masuk ke indonesia lewat bali, dan ada model yang mirip dengan trend sr saya yaitu kymco racing. Akan tetapi proses pembelian yang merepotkan dan urusan surat surat motor yang tidak mudah akhirnya saya urung juga beli kymco. Setelah capek dengan ribetnya kymco, akhirnya ada kabar baik lainnya di akhir tahun 2014 yaitu yamaha akan meluncurkan skutic yamaha nmax 155cc. Skuter ini punya specs yang mengungguli honda pcx dan harga yang lebih murah 12 juta.

Yamaha Nmax di rilis pada 12 feb 2015, tapi sejak desember 2014 saya sudah mengikuti beritanya.  Jadi makin antusias melihat review dan pengalaman dari pembeli pembeli pertama. Tanggal 1 maret 2015 saya melakukan inden untuk warna gun metal (abu doff), ini adalah warna favorit dan paling susah dicari. sepanjang masa inden, saya berkeliling ke dealer dealer di bandung, rata rata antrian sudah mencapai diatas 30 orang. Bahkan saya menemukan beberapa praktek kotor para sales motor ini, beberapa sales / dealer memaksa untuk upping harga (supaya antrian indent dinaikkan), maksa pembelian kredit, kalopun motor udah ready saya diminta untuk nambah duit (250-500rb). Untungnya saya dapet sales yang baik dan jujur, akhirnya setelah inden seminggu, pada tanggal 7 maret motor nmax gun metal dikirim ke rumah saya. PS, kalo butuh kontak sales ini bisa PM saya. 

Demikian perjuangan mencari skutik nyaman, yang akhirnya jatuh ke Yamaha Nmax semoga awet seperti Kymco Trend SR saya sebelumnya.

Untitled-2

Saya berpose dengan Kymco Like 150cc dan Yamaha Nmax 155cc (foto nyomot dari Instagram saya sendiri)