Lensa Lebar untuk Iphone / Iphonegraphy

lensa lebar untuk iphone / iphonegraphy
istilah ‘kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa sekarang’ adalah benar adanya. sehari hari kita tidak melewatkan kesempatan motret karena kita punya smartphone seperti iphone. iphonegraphy atau photography menggunakan iphone sangat populer. menurut saya kamera iphone sangat bagus, terutama iphone generasi terakhir di indonesia seperti iphone 7+. selain iphone kamera yang pernah saya coba dan sangat bagus adalah dari nokia lumia seri 920 atau 1020. kemampuan iphone sendiri ada batasnya, kalo untuk saya lensa iphone kurang lebar, sehingga kadang kadang merepotkan. untuk itu saya perlu lensa iphone (konverter) wide lens, super/ultra wide lens, atau fish eye

setelah mencari cari saya akhirnya nemu 3 lensa dengan FoV (field of view) 110degree, 190degree, dan 238degree yang semuanya lebih lebar dari lensa bawaan iphone. contoh perbandingan hasil bisa dilihat di contoh. 
kesimpulan dengan lensa tambahan, iphone jadi semakin fun untuk dipakai, kita ga perlu lagi bawa kamera tambahan (seperti kasus saya adalah gopro). makin banyak variasi view untuk foto landscape, selfie, wefie. kerugiannya adalah kualitas photo menjadi berkurang, apalagi kalau pemasangan lensa yang tidak tepat, maka hasil foto jadi soft dan berkurang kontrasnya.

PS : lensa lensa ini juga bisa dipake untuk smartphone selain iphone


Advertisements

G30S – 2017

Menjelang peringatan peristiwa G30S tahun 2017 terjadi banyak kegaduhan di Indonesia, tiba tiba muncul isu anti PKI dan lain lainnya yang tidak pernah muncul tahun tahun sebelumnya. Kelompok kelompok dan politisi oposisi pemerintah saat ini keliatan jelas berusaha menggoreng isu ini untuk “ganggu” konsentrasi penguasa / pemerintah. Sebelumnya muncul isu presiden Jokowi dituduh antek PKI, gara gara kerja sama ekonomi dengan Cina, padahal memang sekarang Cina adalah raksasa ekonomi dunia, dalam konteks ekonomi wajar negara kita kerjasama dengan yang punya banyak modal. 

Film klasik G30S yang wajib kita tonton pada saat orde baru merupakan film penuh kontroversi. Film ini digugat karena tidak sesuai dengan fakta dan mengkultuskan individu. Isu nobar film ini menjelang peringatan tahunan G30S menjadi menu sehari hari, bahkan panglima TNI pun mewajibkan anggotanya untuk nobar film ini, walaupun banyak yang mencibir isi film klasik ini yang tidak sesuai fakta. Maka kemudian rakyat bingung, jadi yang betul yang mana. Bahkan presiden jokowi menyarankan untuk membuat film ini dalam versi kekinian, walaupun tidak spesifik maksudnya versi kekinian itu seperti apa ..

Joshua Oppenheimer sutradara Amerika-Inggris diam diam telah membuat 2 film berkaitan peristiwa 65-66 di Indonesia, yaitu Act of Killing (Jagal) dan Look of Silence (Senyap). Kedua film ini mencerahkan dan mencerdaskan kita dalam memahami peristiwa yang terjadi saat itu. Film ini banyak mendapatkan penghargaan, karena dibawakan dengan metoda saintifik seperti film film dokumenter wahid tingkat dunia. Walaupun begitu film ini malah ditolak sebagai materi nobar oleh beberapa pihak, padahal setelah sekian tahun kita di cuci otak oleh orde baru, saat ini adalah saat yang tepat untuk bangsa kita belajar. Saya tidak akan cerita detail kedua film tersebut, filmnya bisa kita lihat bebas dan gratis di youtube. monggo !!. 

Sabtu pagi tanggal 30 september 2017, saya baca baca berita terkait peringatan G30S dan ternyata cukup pusing karena banyaknya berita dan ragam isu yang diusung. Akhirnya saya nyalakan mesin crawling twitter jam 8 pagi, kemudian saya tinggal weekendan, selanjutnya mesin crawling saya matikan jam 3 sore. Hasilnya saya bisa lihat topik dominan apa saja yang dibahas mengenai G30S dan aktor aktor siapa aja yang dominan pada topik tersebut.

Topik terdiri dari isu isu nobar film G30S beserta saran untuk menonton film joshua sebagai film pelengkap / pendamping film klasik tersebut. Saran untuk kita lebih pintar memahami peristiwa sejarah sehingga tidak mudah diperalat untuk kepentingan politik. Ada juga topik mengenai cerita sejarah dari saksi langsung maupun tidak langsung peristiwa tersebut. Juga topik beberapa politikus yang ikut nyemplung ambil muka dari peringatan peristiwa ini.

Akun dominan adalah @majalahhistoria yang banyak menceritakan kejadian sejarah peristiwa tersebut beserta analisanya, akun @tirtoid yang mirip dengan akun diatas, dan beberapa selebtwit seperti budiman soedjatmiko dan indra pilliang

berikut screenshotnya!!


akun akun dominan


kata kata dominan dan hubungan antar kata


wordcloud

Model Chaos dan Complex untuk Pengukuran Ekonomi Indonesia

Kami dari lab. Social Computing dan Big Data pada acara sharing knowledge minggu ke 2 mengundang Ibu Tisa (Siti Saadah) dari Fakultas Ilmu Informatika untuk memaparkan penelitian beliau dengan tema besar mengukur kondisi perekonomian makro Indonesia. Pendekatan yang dilakukan bu Tisa sangat unik, karena tidak menggunakan teori ekonomi makro konvensional, akan tetapi menggunakan pendekatan permodelan artificial intelligence (AI).

Model yang diusulkan berdasarkan perilaku chaos dan complex variabel variabel indikator ekonomi makro. Chaos dimodelkan dengan persamaan differensial dinamis. Proses pembelajaran model menggunakan metode Genetic Algorithm dengan menggunakan proporsi perkawinan silang dan mutasi variabel yang berbeda beda secara berulang ulang.

Usulan penggunaan metode ilmu komputer untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi, tentu tidak dengan mudah diterima oleh para ahli ekonomi. Perlu waktu untuk menyakinkan pendekatan seperti ini. Saya yakin cara seperti ini akan menjadi standard di masa depan. Industri fintech (financial technology) adalah salah satu contoh industri yang bisa mendorong pendekatan pendekatan seperti diatas untuk diadopsi sistem ekonomi.

potongan video dari facebook live 

Dunkirk, Perang Dunia 2, dan versi Nolan

Dari dulu saya sangat tertarik dengan sejarah perang dunia 2 (PD2) , terutama perang di zona eropa. Sepertinya, semua detail operasi pada PD2 tersebut sudah saya baca dan pelajari dari buku, majalah, film dan juga komik, baik cerita sejarah aktual maupun fiksi dengan latar belakang PD2 tersebut. Salah satu komik yang sering saya tunggu tunggu dahulu adalah komik tentang PD2 yang sempat terbit di Indonesia (gambar di bawah). Kesibukan sekolah dan kuliah, sempat membuat saya tidak secara intense membaca cerita sejarah PD2 tersebut. Tapi saya sudah bisa membedakan mana cerita PD2 yang sejarah dan mana yang fiksi.

Setelah lulus kuliah S1, saya sempat berkuliah S2 dan tinggal di Prancis, dimana banyak sekali buku buku sejarah PD2 dalam berbagai sudut pandang dan versi. Buku buku tersebut bisa dipinjam gratis atau dibaca di perpustakaan kota. Saat waktu senggang saya bisa menghabiskan waktu berjam jam untuk membaca buku buku tersebut. Selain ilmu sains (matematika dan informatika) yang saya tekuni, ternyata minat saya ke sejarah juga sangat besar.

Film film mengenai PD2 sepertinya mayoritas sudah saya tonton, beberapa terbaik yang saya ingat adalah Saving Private Ryan (1998), Stalingrad (1993), Schlinder List (1993), The Pianist (2002), Valkyrie (2008), Allied (2016). Kesemuanya di list tersebut adalah film PD2 di eropa, untuk PD2  di Asia lebih sedikit film favorit saya, yang teringat adalah Empire of The Sun (1987), Letters from Iwo Jima (2006), dan Flags of Our Fathers (2006). Dari sudut peperangan saya rasa film Saving Private Ryan  adalah yang paling seru terutama 30 menit pertama yang menggambarkan pendaratan pasukan sekutu di Normandy. Sedangkan film yang paling menguras emosi adalah Stalingrad yang menggambarkan penderitaan pasukan jerman di Perang Stalingrad dan The Pianist. Oh yah ada satu film mini seri seru yang wajib ditonton buat penggemar PD2, yaitu Band of Brothers (2001) 

Dunkirk (2017) adalah film karya sutradara jenius Christopher Nolan yang terbaru. Sebagai penggemar PD2, tidak ketinggalan saya menunggu nunggu rilis film in. Bagi penggemar sejarah PD2 Dunkirk adalah peristiwa aneh, dimana kesalahan taktik sekutu (terutama jendral Prancis, Gamelan), membuat 400 ribu pasukan sekutu terpojok  oleh oleh pasukan Jerman Nazi dari dua sisi pada satu pantai di utara Prancis yang bernama Dunkirk atau Dunkerque.

Kesalahan ini terjadi pada masa awal PD2 (1940) yang pada akhirnya menyebabkan jatuhnya Prancis, Saya sebut peristiwa aneh karena pada saat pasukan sekutu terpojok di pantai tersebut dan putus asa mencari bantuan untuk menyeberang ke Inggris, eh malahan pasukan Jerman berhenti menyerang selama 3 hari. Selang waktu 3 hari tersebut akhirnya berhasil membuat sebagian pasukan sekutu bisa kabur menyeberang selat Inggris untuk kembali ke Inggris. Sampai sekarang latar belakang kenapa tentara jerman berhenti menyerang, masih diperdebatkan oleh para sejarawan.

Nolan adalah sutradara jenius, saya penggemar karya karyanya sejak Batman Dark Knight, dilanjutkan dengan Inception, Dark Knight Rises, dan yang terakhir Interstellar. Film tentang PD2 dan Nolan membuat saya ga sabar menonton Dunkirk.  Nolan mempunyai ciri visual dan storytelling yang unik, demikian juga Dunkirk ditampilkan tidak dalam bentuk intensif ke adegan peperangan, tapi lebih ke menggali emosi prajurit prajurit yang terjebak tersebut, sehingga penonton diajak masuk ke dalam pengalaman mereka. Adegan sadis tidak diumbar secara nyata seperti pada Saving Private Ryan, akan tetapi kekejaman perang ditampilkan secukupnya. Emosi prajurit yang melihat kematian rekan rekannya di eksplorasi secara baik. 

Nolan tidak menceritakan sejarah, dia hanya mengambil sekian hari kejadian di Dunkirk untuk mengajak penonton memahami cerita cerita individual disana. Overall saya sangat suka storytelling cara Nolan. Bagi yang tidak mengikuti PD2 tentu akan sedikit bingung dengan latar belakang kejadian Dunkirk ini, tapi saya yakin sepotong cerita pada film tersebut saya rasa sudah cukup memberikan hiburan (yang serius) .. 

Oh yah saya nonton bareng anak, yang tentu saja tidak paham PD2 dan latar belakang Dunkirk, dia mau nonton karena ada personil band favorit (One Direction) dia yang main di film ini.  Dengan motivasi yang berbeda akhirnya dia juga paham tentang peristiwa ini dan pernah menjadi bagian penting dari sejarah dunia. 

 

Dunkirk poster

poster film dunkirk (2017)

Img2307 1445312476

komik dunkirk yang saya baca semasa saya masih SD (sumber google)

Pengalaman Drama Daftar SMA Negeri di PPDB Jabar 2017

PPDB adalah proses Pendaftaran Peserta Didik Baru yaitu proses seleksi untuk masuk ke SD, SMP, dan SMA Negeri. Proses PPDB di kota Bandung setiap tahun penuh dengan kontroversi, maklum selalu ada saja oknum oknum orang tua / wali calon siswa yang berusaha memasukkan anaknya ke sekolah negeri favorit dengan berbagai macam cara, termasuk meminta bantuan tokoh masyarakat, anggota DPR, TNI, dll. Sistem PPDB online diperkenalkan untuk membuat proses seleksi siswa baru menjadi transparan dan akuntabel. Kenyataannya masih ada saja usaha untuk mengakali sistem, petunjuk teknis, atau aturan perpu / pergub PPDB itu sendiri.  Tahun ini PPDB tingkat SD dan SMP dipegang oleh pemerintah kota / kab., sedangkan PPDB tingkat SMA dipegang oleh pemerintah provinsi.

Akibat perpindahan kepengurusan, maka PPDB SMA kota Bandung mengalami perubahan sistem seleksi secara signifikan dibandingkan tahun lalu, diantaranya adalah perubahan sistem zonasi menjadi insentif jarak, dimana semakin dekat lokasi rumah siswa dengan sekolah maka semakin besar angka insentif ditambahkan ke nilai NEM siswa. Nilai NEM maksimum adalah 400, sedangkan insentif nilainya antara 0 sampai 9. misal jika seorang siswa dengan NEM 350 dan lokasi jarak rumah ke sekolah adalah 1 km, maka skor akhir nilai dia adalah 350 + 9 = 359. Jika nilai skor akhir siswa sama, maka peringkat ditentukan berturut turut berdasarkan nilai NEM Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan terakhir IPA.  Jika nilai NEM tiap mata pelajaran tersebut masih sama, maka selanjutnya peringkat ditentukan berdasarkan besaran insentif jarak yang diterima. Jika masih sama, maka penentuan peringkat terakhir adalah berdasarkan apakah pilihan siswa ke SMA tersebut sebagai pilihan 1 atau pilihan 2, dimana pilihan 1 lebih unggul dari pilihan 2. 

Oh ya PPDB tahun 2017 ini mempunyai dua jalur yaitu pertama jalur akademik sebesar 60 persen, dimana siswa diseleksi berdasarkan skor NEM + Insentif. Yang kedua adalah jalur Non-Akademik sebesar 40 persen, yang terbagi menjadi jalur prestasi 20 persen, jalur rakyat miskin 10 persen, dan jalur MoU 10 persen (konon jalur MoU ini adalah jalur rawan penyelewengan).

Tahun ini anak saya yang besar masuk SMA, sehingga kami mengalami sendiri pengalaman PPDB SMA yang penuh dengan drama, deg degan, sampai makan tidur susah mikirin  daftar peringkat yang secara (hampir) realtime turun begitu ada skor NEM baru yang daftar diatas skor NEM anak saya. Oke saya ceritakan detailnya sebagai berikut:

Pendaftaran PPDB 2017 adalah pada tanggal 3-8 Juli 2017. Domisili kami di kab. Bandung Barat, dan anak saya ingin masuk ke SMA Negeri kota Bandung. Menurut aturan terbaru, maka kami bisa mempunyai pilihan 1 SMA Negeri di kota Bandung dan pilihan 2 harus SMA Negeri paling dekat dengan lokasi rumah, dalam hal ini SMA Negeri di kab. Bandung Barat. Pada saat mendaftar pilihan 2 tidak boleh dikosongin.  Walaupun tidak berminat ambil SMA Negeri dekat rumah, tapi kami wajib mengisinya, sehingga kami ambil pilihan ke 2 sembarang SMA Negeri yang dekat rumah. Oh ya sebagai info kami juga sudah mendaftar ke SMA swasta untuk jaga jaga.

Kami mendaftar pada hari kedua (tgl 4 Juli) melalui jalur akademik. NEM anak saya adalah 354, jadi rata rata nilainya adalah 88.5, menurut kami cukup tinggi tapi tidak terlalu tinggi untuk dianggap sebagai batas aman masuk ke SMA Negeri favorit di Bandung yang persaingannya sangat gila. Jadi kami cukup sadar dan tahu diri untuk memilih SMA Negeri peringkat 3 berdasarkan passing grade tahun lalu. Untuk memasukan SMA Negeri tersebut sebagai pilihan 1, maka  kami mendapatkan bonus insentif 2, sehingga skornya menjadi 356, dan untuk SMA  Negeri pilihan 2 bonus insentif adalah 8, sehingga skor totalnya adalah 362. Pada saat pendaftaran SMA Negeri pilihan 1 mempunyai daya tampung 139 murid untuk jalur akademik, dan anak saya langsung muncul di peringkat 43.

Beberapa hari kemudian posisi masih aman, meskipun turun tapi paling jauh adalah di peringkat 66 berdasarkan skor NEM + Insentif. Satu hari menjelang penutupan pendaftaran drama pertama muncul, yaitu tiba tiba daya tampung SMA Negeri pilihan 1 meningkat dari 139 menjadi 207. Mungkin karena melihat daya tampung meningkat maka pendaftar SMA tersebut menjadi membludak drastis. Pada malam hari anak saya langsung berada di peringkat 109/207 kursi tersebut.

Pada hari terakhir pendaftaran, pada posisi pukul 11 pagi, posisi anak saya sudah turun menjadi 166/207. Pergerakan peringkat yang begitu cepat, membuat saya ga bisa konsentrasi lagi melakukan kegiatan apapun selain mantengin website PPDB  tersebut. Sejam menjelang penutupan akhir  pukul 14:00, posisi anak saya sudah pada posisi 207/207 … saya pun lemas dan pasrah kalo terlempar dari pilihan 1, sehingga kami pun sudah siap siap mental untuk melanjutkan di sekolah swasta, karena bagaimanapun juga kami tidak berencana mengambil SMA pilihan 2. Kondisi mental anak saya pun menjadi kurang baik, karena pada posisi terakhir terdapat kurang lebih 15 anak dengan skor 356, dimana anak saya berada di peringkat bawah karena insentif jarak yang kecil. Saya mulai gusar karena menurut aturan juknis PPDB pengurutan bukan dari insentif dulu, tapi berdasarkan nilai NEM mata pelajaran yang saya sebut diatas. Jadi dari 15 anak skor nilai 356 ini, sebetulnya secara murni NEM anak saya adalah terbaik kedua (354), yang lainnya NEM hanya sekitar 348-353 tapi dengan insentif jarak yang lebih besar. Anak merasa sistem PPDB ini menjadi kurang adil.

Seperti diduga pada saat penutupan, akhirnya nama anak saya terlempar dari SMA pilihan 1. Skor terendah berhenti pada nilai 356. Terdapat 3 anak dari 15 anak skor 356 yang terlempar dari pilihan 1. Kami pun pasrah, kemudian iseng cek nama anak pada SMA pilihan 2, anehnya nama anak saya tidak ada di SMA pilihan 2, karena kalo pun ada di SMA pilihan 2, maka anak saya akan berada di ranking 1 dengan total skor sebesar 362. Hari itu adalah hari sabtu, sedangkan pengumuman resmi konon akan diumumkan pada hari senin tanggal 10 juli.

Kami bimbang apakah harus lanjut swasta atau ambil SMA negeri pilihan 2, kemudian melakukan mutasi sekolah ke SMA Negeri pilihan 1 sesudah 1 semester berjalan (kami baru tahu informasi mengenai prosedur mutasi ini). Tapi karena nama anak tidak ada di SMA negeri pilihan 2, maka kami tidak bisa klaim bahwa dia sudah diterima disana.

Hari minggu berlalu dengan penuh tanda tanya.  Setelah kami berkomunikasi sana sini, kamibanyak mendapatkan kabar bahwa banyak nama siswa yang hilang sesudah tidak lolos di pilihan 1, tapi tidak muncul pada daftar siswa yang diterima di pilihan 2.

Hari senin pagi, kami meluncur ke Dinas Pendidikan (disdik) pemprov Jabar sebagai operator PPDB untuk menanyakan hal tersebut. Diluar dugaan ada sekitar 250 orang tua siswa disana yang mengalami hal yang sama dengan kami, bahkan lebih parah yaitu nama anak mereka berada diatas NEM terendah / passing grade SMA tapi namanya ilang. Sehingga muncul dugaan kecurangan, penyelewengan dan lain lain. Disdik berkilah ini adalah kesalahan sistem, dan kami diminta bersabar untuk menunggu pengumuman resmi pada pukul 14:00 hari itu. 

Pukul 14:00 lewat dan tidak ada perkembangan apa apa. Sementara di website PPDB masih tertulis peringkat sementara (belum final). Beberapa SMA seperti SMA 2,3,15 dll sudah tidak bisa bersabar (atau mungkin kurang koordinasi dengan disdik), sehingga mereka mengumumkan penerimaan berdasarkan daftar sementara pukul 14:00 tersebut. 

Orang tua yang sedang berkumpul di kantor disdik pun jadi marah, dan mereka berorasi dan diterima perwakilan disdik, tapi bukan kadisdiknya sehingga mereka tidak bisa menjawab tuntas pertanyaan para orang tua yang sedang emosional. Akhirnya disdik pun secara resmi memundurkan pengumuman penerimaan menjadi pukul 23:30 malam itu. Padahal beberapa SMA sudah mengumumkan hasil final… kacau khan ? ..

Orang tua menuntut surat dari disdik yang menyatakan bila sampai keputusan final pukul 23:30, nama anak mereka tidak ada di daftar penerimaan, maka bila NEM diatas passing grade SMA, maka anak tersebut harus diterima di SMA yang bersangkutan. Untuk mendapatkan surat tersebut sungguh tidak mudah. Kami mengepung kantor kadisdik sampai 18:00 petang. Sampai akhirnya perwakilan demonstran diterima oleh kadisdik, kebetulan saya adalah salah satu perwakilan orang tua yang diterima oleh kadisdik. Kadisdik pun setuju membuat surat edaran dengan isi seperti yang diminta diatas. Orang tua murid  pun bubar sesudah ada kepastian mengenai surat edaran dan harap harap cemas menunggu pengumuman pukul 23:30 malam itu.

Pukul 23:00 malam, tiba tiba daftar penerimaan online berubah, nama anak saya muncul kembali di SMA pilihan 1, peringkat 203/207. Dengan passing grade terendah tetap sebesar 356, maka saya terheran heran kenapa peringkat anak saya berubah (walaupun senang). Ternyata pengurutannya bukan lagi berdasarkan insentif jarak, tapi betul sesuai peringkat nilai NEM sesuai juknis, sehingga dari 15 anak yang mempunyai skor 356 yang terlempar tetap 3 anak. Wah, saya langsung menduga pasti akan terjadi kekacauan karena bagi yang sudah merasa diterima berdasarkan pengumuman pukul 14:00 tetapi namanya hilang di pengumuman pukul 23:30 maka mereka pasti akan protes keras karena surat penerimaan sudah mereka terima. 

Ini adalah salah satu contoh sistem yang sangat chaos, yang berjudi dengan masa depan anak, sungguh keterlaluan pemerintah memaksakan sistem yang belum teruji dan sumber daya yang tidak kompeten untuk menanggani masalah kritis seperti penerimaan siswa baru. Seperti yang saya duga, keesokan harinya saya datang ke sekolah pilihan 1, bapak kepsek bercerita tentang bagaimana kacaunya di sekolah lain, Ada sekolah yang 50-80 siswa sudah diterima ternyata ga jadi diterima, karena perubahan penentuan peringkat, sehingga nama mereka tergeser keluar. 

Alhamdulilah anak saya diteirma di SMA pilihan 1 yang merupakan SMA yang dia inginkan, akan tetapi saya sangat prihatin dengan nasib anak anak lain terlempar pada saat akhir karena sistem tidak memberikan informasi yang akurat dan transparan.

Demikian cerita tentang pengalaman PPDB SMA Bandung yang penuh drama. Sebagai pelajaran kalau tidak mau ribet seperti yang saya alami, maka sebaiknya sih masuk SMA Swasta, banyak sekali SMA Swasta yang keren di kota Bandung sebetulnya.

Screen Shot 2017 07 15 at 2 08 58 PM

 

 

 

Sedang Bosan Menulis Blog

Sebetulnya banyak sekali hal hal yang ingin saya sampaikan atau tuliskan, tapi entah mengapa tiba tiba males nulis blog. Padahal banyak update riset, cerita, ide yang muncul belakangan ini. Blog terakhir saya tertulis bulan april. hmm sudah 2 bulan rupanya gak nulis blog. Saya berpikir mungkin karena kecepatan kejadian di dunia nyata menjadi tidak terkejar oleh kecepatan saya menulis blog. Kayaknya emang harus belajar bagaimana menulis blog yang cepat, ringan dan mengena. Untuk hal ini saya perlu belajar banyak. 

Semoga bisa lebih banyak nulis dalam beberapa bulan ke depan .. finger crossed

Selamat menunaikan ibadah puasa  .. 

Bhinneka Tunggal Ika VS Isu SARA

Pilkada DKI 2017 ini kita lihat moment meruncingnya sentimen agama (SARA) dalam kampanye kampanye politik yang dihadirkan. Terjadi fenomena decouple dimana perkembangan Bhinneka Tunggal Ika dan Agama itu mengarah ke arah yang berlawanan. Maksudnya adalah kalo rasa kebhinekaan tinggi maka kepentingan agama akan banyak dikurangi karena harus mengadopsi / memberikan ruang kepada penganut agama yang lain. Demikian juga sebaliknya kalo kepentingan agama diakomodasi dengan tinggi, maka rasa kebhinekaan akan berkurang, karena kita menghabiskan ruang kebebasan penganut agama lain di Indonesia. Dilema ya … !!

Fenomena ini tidak saya lihat sewaktu saya kecil, Saat itu orde baru merupakan pemerintahan yang otoriter dimana segala aspek kehidupan diatur pemerintah, contoh sederhana yang paling kelihatan adalah saya jarang melihat wanita berhijab saat itu, karena ada tekanan kebebasan agama dari penguasa, sehingga wanita muslim tidak leluasa mengekspresikan haknya, hal ini sangat berbeda dengan yang kita lihat saat ini, banyak sekali wanita muslim yang berhijab. Seingat saya bahkan partai Islam waktu itu (PPP) juga dipaksa Orba menggunakan asas pancasila / bhinneka tunggal ika, terlihat dari perubahan lambang partainya dari Kabah ke Bintang (lihat link ini). Di negara komunis dan otoriter seperti China atau Rusia, agama dianggap musuh produktivitas. Sehingga seluruh masyarakat diberikan tujuan bekerja dalam koridor ideologi negara.  Atau seperti Prancis dimana agama itu tidak boleh bercampur dengan urusan politik / negara. 

Menariknya gontok gontokan yang ada di Indonesia disiram oleh suhu politik menyebabkan kedua kelompok mengklaim kelompok lain tidak menghormati hak kelompoknya, tidak pancasilais, dan tidak mengamalkan bhinneka tunggal ika. Kelompok yang mendukung pemimpin paslon muslim menyatakan bahwa itu adalah hak mereka memilih pemimpin yang harus muslim dan melaksanakan pemerintahan berdasarkan prinsip prinsip islam. Kalau kelompok lain tidak menghormati hak mereka maka kelompok lain itu tidak mendukung bhinneka tunggal ika. Sedangkan kelompok pendukung paslon non muslim menyatakan bahwa semua orang mendapatkan hak yang sama untuk jadi pemimpin, asal terbukti program dan track recordnya bagus. Jika kelompok lain mempermasalahkan isu SARA, maka kelompok lain tidak mendukung prinsip bhinneka tunggal ika.

Dengan klaim yang saling bertentangan tersebut, kembali kepada pilihan kita, menurut saya sah sah aja pilihan masing masing, apalagi negara kita negara demokrasi. Yang penting jangan sampai pake kampanye gelap, hoax, dan cara cara destruktif lainnya. Kasian rakyat kecil yang masih membangun literasi politik, terus malah dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Saya percaya siapapun yang terpilih, mereka adalah yang terbaik untuk menjadi pemimpin.