Publikasi di Konferensi ICOICT dan ICST 2017

Udah lama saya gak update kabar (entry blog) tentang penelitian dan publikasi dari saya atau tim lab saya. Malah saya tidak sempat menulis entry blog khusus mengenai perjalanan ke konferensi ICOICT di Malaka bulan Mei 2017 kemarin. Konferensi ICOICT 2017 ini adalah konferensi ke 5. Oh yah ICOICT 2017 ini adalah keikutsertaan saya yang ke 4 dari seluruh rangkaian konferensi ICOICT yang diadakan sejak tahun 2012. Konferensi kedua yang saya ikutin di tahun 2017 ini dalah konferensi ICST, yang dilaksanakan pada bulan Juli 2017 di Jogjakarta. Kedua konferensi terindeks Scopus dan IEEExplore

Pada ICOICT 2017 terdapat 4 paper yang dipresentasikan dengan berbagai topik, mulai dari social network, sentiment analisis, dan prediksi menggunakan neural network. Judul judulnya yaitu “Hybrid Sentiment and Network Analysis of Social Opinion Polarization” , “Social Network Data Analytics for Marketing Segmentation in Indonesian Telecommunication Industry”, ” Indonesia Infrastructure and Consumer Stock Portfolio Prediction using Artificial Neural Network Backpropagation”, “Training Data Optimization Strategy for Multiclass Text Classification” . 

Pada ICST 2017 kami mempresentasikan 2 paper yaitu  yang pertama mengenai simulasi monte carlo untuk segmentasi pasar dan yang kedua mengenai perbandingan metode legacy vs metode jejaring sosial untuk penyebaran informasi. Abstrak dari kedua paper ICST ini bisa dilihat pada gambar berikut: 

Untitled 1

Paper Scopus 2016 (4th ICOICT dan 4th Intelysis)

Di tahun 2016 ini (sampai bulan juli), sudah ada 4 paper kami (saya dan team lab. SCBD) yang akan terindeks SCOPUS.  4 paper tersebut terdiri dari 2 paper ditampilkan pada 4th ICOICT dan 2 paper pada 4th Intelysis. Pada konferensi ICOICT kami menampilkan paper dengan tema network text analysis berjudul “Network Text Analysis to Summarize Online Conversations for Marketing Intelligence Efforts in Telecommunication Industry” dan “Word Association Network Approach for Summarizing Twitter conversations about Public Election”. Pada konferensi Intelysis kami menampilkan paper dengan judul “Social Network and Sentiment analysis for Social Customer Relationship Management in Indonesia Banking Sector” dan “Top Brand Alternative Measurement Based on Consumer Network Activity”

Dengan penambahan 4 paper tersebut maka total akan terdapat 12 paper kami yang terindeks SCOPUS. Ini merupakan hasil yang lumayan, melihat tim kami yang kecil dan variasi penelitian yang terbatas, sehingga tidak bisa memproduksi lebih banyak paper lagi. Harapan saya kedepannya, kami makin produktif dalam mepublikasikan hasil penelitan,tentunya dengan kualitas yang makin baik dan variasi topik yang semakin beragam. 

Selain ke 4 paper SCOPUS tersebut, menjelang paruh kedua tahun 2016 ini saya mempunyai target menulis untuk 2 jurnal internasional terindeks SCOPUS. .. wish me luck .. wish us luck ..

 

Paper

Ikut Konferensi Matematika

Hari ini saya berpartisipasi mempresentasikan hasil riset saya di International Conference Mathematics Pure, Applied, and Computation (ICOMPAC 2015) yang diadakan oleh ITS Surabaya. Konferensi ini sangat menarik karena pada dasarnya ilmu dasar saya waktu kuliah S1 dulu adalah matematika (walaupun skripsinya mengenai formulasi time series di statistik) dan sekarang memperdalam ilmu komputasi dengan aplikasi di bidang bisnis. Ikut seminar ini rasanya jadi refresher dan juga reminder tentang matematika. Benar ternyata matematika (dan berpikir logika) itu adalah state-of-mind artinya tanpa disadari kemampuan memahami itu akan muncul setelah beberapa tahun belajar dan tetap ada walaupun sudah berpuluh tahun tidak kita gunakan (secara sadar). Oh yah paper yang saya tampilkan mengenai metode graph sampling untuk jejaring sosial skala besar. 

Salah satu pembicara utama di konferensi yang membuat saya terkesan adalah Alesandro Abate dari Universitas Oxford. Beliau berbicara tentang abstraksi formal mengenai data, model dan properti. Suatu klaim yang menyatukan pendekatan data-model (machine learning, data mining, dll), model-properti, dan data-properti (statistik, dll) melalui model formal yang disebut abstraksi formal. Ini sangat menarik karena saya baru pertama kali melihat penelitian tentang metode formal. Saya kira selama ini metode formal itu adanya di ilmu komputer, ternyata malah kuat sekali di matematika.

Well ternyata sangat menarik terlibat di konferensi yang membahas akar keilmuan saya …

IMG 0199

Konferensi Big Data 2015

Hari ini tanggal 1 desember 2015 di Universitas Telkom dimulai pelaksanaan Konferensi Big Data 2015 selama dua hari sampai besok. Konferensi ini terselenggara atas kerjasama komunitas idBigData dan Universitas Telkom. Konferensi ini adalah salah satu media untuk menunjukkan kondisi terkini tentang Big Data, yang diisi dengan perkembangan kemajuan di bidang penelitian, pengalaman, implementasi dan aplikasi big data di berbagai bidang. Pembicara hari ini diantaranya adalah dari kominfo, IBM, ITB, Badan Informasi Geospasial, Pajak, Telkomsel, dan saya yang mewakili Universitas Telkom. Besok pembicaranya tidak kalah serunya, untuk tahu detail acara bisa mengunjungi http://kbi2015.idbigdata.com. Sepertinya acara ini ke depannya akan jadi ajang bertemu praktisi dan akademisi Big Data. Informasi lengkap konferensi ini pernah saya tulis di entry blog ini 

Berikut ini beberapa oleh oleh foto dari acara tadi pagi.

IMG 3698

 foto bareng rekan rekan dosen kelompok keahlian ICT Based Marketing FEB

IMG 3211

IMG 5912

foto bareng pembimbing, Pak Budi Rahardjo

IMG 0302

IMG 2799

IMG 0162

foto waktu berbicara diatas panggung konferensi big data 

Update Paper : ECommerce Sales Prediction Model dan Media Influencer Analysis (oktober 2015)

Saya baru saja mengupdate arsip paper saya di Academia.Edu. Saya mengunggah 1 paper yang sudah dipublish dan 1 paper yang belum dipublish tapi akhirnya saya putuskan saya rilis saja karena data yang digunakan takut keburu kadaluarsa (data tahun 2013). Academia adalah media sosial untuk sharing dan diskusi paper ataupun karya karya akademik lainnya. Dari pengamatan saya, dibandingkan dengan media sosial akademisi lainnya yang sejenis seperti ResearchGate, maka Academia kadar akademiknya lebih santai dalam artian karya akademik yang ada lebih ke arah paper paper implementasi daripada paper pembahasan keilmuan. Untuk peneliti pemula dan mahasiswa S1 Academia lebih cocok, tapi untuk peneliti tingkat lanjut atau mahasiswa master / doktor maka ResearchGate akan lebih sesuai. 

Paper pertama berjudul “Sales Prediciton Model Using Classification Tree Approach for Small Medium Enterprise Based on Indonesian E-Commerce Data”. Paper ini menggunakan data penjualan pada sebuah situs ecommerce indonesia, dimana penggambilan data dilakukan secara web crawling, kemudian dengan bantuan metode klasifikasi / pohon keputusan pada data mining, kita membuat model prediksi penjualan  barang di situs ecommerce tersebut berdasarkan atribut atribut data yang dimilikinya seperti tempat penjual, harga barang, reputasi penjual dan lain lainnya. Paper ini di publish pada acara konferensi SCBTII ke 6

Paper kedua berjudul “Influencer Analysis for Alternative Marketing Strategy of Kompas TV Using Social Network Model” . Paper ini mengenai analisa akun twitter yang berpengaruh untuk strategi pemasaran pada jejaring sosial percakapan mengenai Kompas TV. Paper yang belum pernah saya publish ke konferensi atau jurnal manapun dengan alasan saya ingin membuat penelitian lanjutan, akan tetapi sayang sampai tahun 2015 saya tidak sempat melakukannya. Oleh karena data yang digunakan sudah cukup lama dan kuatir kadaluarsa (tahun 2013) maka saya putuskan paper ini saya publish secara online di situs Academia.

Semoga kedua paper diatas menambah wawasan tentang penelitian yang menunjang aktivitas data analytics.

Link akun Academia saya : http://telkomuniversity.academia.edu/AndryAlamsyah/

Screen Shot 2015 10 20 at 10 46 30 PM  2

Screen Shot 2015 10 20 at 10 46 13 PM  2

 

Talk in Big Data and Social Network (idBigData MeetUp)

Big Data menjadi topik hangat akhir akhir ini. Industri, akademis dan praktisi berusaha menggali potensi Big Data untuk kepentingan masing masing. Hal ini juga terjadi  di Indonesia. Big Data berangkat dari fenomena dan tantangan yang berbeda sehingga mengakibatkan perbedaan cara pandang dari masing masing disiplin ilmu untuk mendekati permasalahan ini. Hal ini juga mengakibatkan penelitian penelitian yang berhubungan dengan Big Data (Data Analytics) di Indonesia terkotak kotak dalam pulau pulau keilmuannya sendiri.

idBigData meetup adalah ajang berkumpulnya para penggiat Big Data Indonesia untuk saling bertukar pengetahuan. Hari selasa, tanggal 9 Juni 2015 besok, idBigData akan menggadakan meetup yang ke 4 di Bandung. Dan kebetulan saya diminta untuk sharing di acara tersebut. Jika berminat datang, silahkan join di link pendaftaran berikut :

http://idbigdata.com/official/event/idbigdata-meet-up-4-2015-2/

CGZzpd3UAAAuTCv