Sedang Bosan Menulis Blog

Sebetulnya banyak sekali hal hal yang ingin saya sampaikan atau tuliskan, tapi entah mengapa tiba tiba males nulis blog. Padahal banyak update riset, cerita, ide yang muncul belakangan ini. Blog terakhir saya tertulis bulan april. hmm sudah 2 bulan rupanya gak nulis blog. Saya berpikir mungkin karena kecepatan kejadian di dunia nyata menjadi tidak terkejar oleh kecepatan saya menulis blog. Kayaknya emang harus belajar bagaimana menulis blog yang cepat, ringan dan mengena. Untuk hal ini saya perlu belajar banyak. 

Semoga bisa lebih banyak nulis dalam beberapa bulan ke depan .. finger crossed

Selamat menunaikan ibadah puasa  .. 

Bhinneka Tunggal Ika VS Isu SARA

Pilkada DKI 2017 ini kita lihat moment meruncingnya sentimen agama (SARA) dalam kampanye kampanye politik yang dihadirkan. Terjadi fenomena decouple dimana perkembangan Bhinneka Tunggal Ika dan Agama itu mengarah ke arah yang berlawanan. Maksudnya adalah kalo rasa kebhinekaan tinggi maka kepentingan agama akan banyak dikurangi karena harus mengadopsi / memberikan ruang kepada penganut agama yang lain. Demikian juga sebaliknya kalo kepentingan agama diakomodasi dengan tinggi, maka rasa kebhinekaan akan berkurang, karena kita menghabiskan ruang kebebasan penganut agama lain di Indonesia. Dilema ya … !!

Fenomena ini tidak saya lihat sewaktu saya kecil, Saat itu orde baru merupakan pemerintahan yang otoriter dimana segala aspek kehidupan diatur pemerintah, contoh sederhana yang paling kelihatan adalah saya jarang melihat wanita berhijab saat itu, karena ada tekanan kebebasan agama dari penguasa, sehingga wanita muslim tidak leluasa mengekspresikan haknya, hal ini sangat berbeda dengan yang kita lihat saat ini, banyak sekali wanita muslim yang berhijab. Seingat saya bahkan partai Islam waktu itu (PPP) juga dipaksa Orba menggunakan asas pancasila / bhinneka tunggal ika, terlihat dari perubahan lambang partainya dari Kabah ke Bintang (lihat link ini). Di negara komunis dan otoriter seperti China atau Rusia, agama dianggap musuh produktivitas. Sehingga seluruh masyarakat diberikan tujuan bekerja dalam koridor ideologi negara.  Atau seperti Prancis dimana agama itu tidak boleh bercampur dengan urusan politik / negara. 

Menariknya gontok gontokan yang ada di Indonesia disiram oleh suhu politik menyebabkan kedua kelompok mengklaim kelompok lain tidak menghormati hak kelompoknya, tidak pancasilais, dan tidak mengamalkan bhinneka tunggal ika. Kelompok yang mendukung pemimpin paslon muslim menyatakan bahwa itu adalah hak mereka memilih pemimpin yang harus muslim dan melaksanakan pemerintahan berdasarkan prinsip prinsip islam. Kalau kelompok lain tidak menghormati hak mereka maka kelompok lain itu tidak mendukung bhinneka tunggal ika. Sedangkan kelompok pendukung paslon non muslim menyatakan bahwa semua orang mendapatkan hak yang sama untuk jadi pemimpin, asal terbukti program dan track recordnya bagus. Jika kelompok lain mempermasalahkan isu SARA, maka kelompok lain tidak mendukung prinsip bhinneka tunggal ika.

Dengan klaim yang saling bertentangan tersebut, kembali kepada pilihan kita, menurut saya sah sah aja pilihan masing masing, apalagi negara kita negara demokrasi. Yang penting jangan sampai pake kampanye gelap, hoax, dan cara cara destruktif lainnya. Kasian rakyat kecil yang masih membangun literasi politik, terus malah dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Saya percaya siapapun yang terpilih, mereka adalah yang terbaik untuk menjadi pemimpin. 

less money is more happy

having lots of money makes you wonder how to manage and spend your money, worry whether your money is safe or maybe someone can steal your money?. having lots of money makes you increase your living standard, and you cant living like the old time anymore. having lots of car, makes you worried what you need to do to maintain your car weekly, monthly, etc. having lots of stuff at home, makes you realize you just need some of them, because most of them is junk stuff, and you need bigger house to accomodate them. having lots of money means more time to spend to take care your money or your spending. while we cant buy time. please think to balance between time, money, family or your loved one. less money is more happy.

andry – 2017

Technopreneur Workshop Speaker

Berawal dari kebiasaan ngomong mengenai New Digital Economy dan Disruptive Innovation, akhirnya pada suatu kesempatan saya ditodong untuk memberikan materi tentang Technopreneurship. Saya yang latar belakangnya bukan dari bidang Entrepreneurship sempat khawatir juga, jangan jangan saya cuman sok tahu tentang bidang ini. Akhirnya setelah menyelidiki kesana kemari, ternyata Technopreneur ini lebih kental ke nuansa inovasi penggunaan teknologi, startup, solusi inovatif, dan hal hal yang lebih erat ke bidang ICT (atau TIK) (high technology). Technopreneur adalah Entrepreneur (wirausaha) yang melibatkan penggunaan high technology (termasuk ICT). Technopreneur erat hubungannya dengan StartUp dan metode metode kebaruan saat ini seperi crowdsource / crowdfunding, dll

Acara dilangsungkan di plaza clicksquare, dengan peserta sekitar 300 orang, lumayan banyak dan ternyata bidang ini sangat menarik minat audiens yah. Peserta didominasi oleh anak anak SMA yang sedang mengikuti seleksi paskibraka tingkat kota Bandung. Berbicara dengan audiens anak SMA ini sangat menyenangkan, mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar.  Apalagi saya berharap mereka inilah yang nanti akan menjadi tulang punggung ekonomi digital masa depan Indonesia, sehingga saya berusaha menyampaikan dengan bahasa yang sederhana tapi mudah dipahami, terutama berkenaan dengan praktik ekonomi global yang sangat dipengaruhi oleh teknologi TIK. 

Diskusi meliputi fenomena TIK, tantangan / kompetisi pekerjaan, perlunya bangsa kita akan ide ide inovasi / kreatif dengan bantuan teknologi TIK, serta bekal apa saja yang mereka butuhkan untuk bisa survive di masa depan. Banyak juga yang belum terbayang implementasi praktisnya. Saya coba putarkan video youtube tentang Future Vision, setidaknya memberikan gambaran kondisi near future dan itu adalah masa dimana mereka akan berkarya. 93 dari 255 juta penduduk Indonesia terhubung internet, setidaknya dari 93 juta tersebut bisa lahir technopreneur technopreneur handal Indonesia. Semoga .. Amin 

IMG 3299

7th Techno screen

IMG 3309

Humor Simbolisasi Tuhan – The Brand New Testament (2015)

Salah satu ciri seorang peneliti adalah keingintahuan, termasuk keingintahuan atas segala hal. Pada tahun 2015 saya melihat trailer film The Brand New Testament (2015) atau dalam bahasa aslinya Le Tout Nouveau Testament. Dalam trailer tersebut (trailer disini), kata kata pertama ada lah “Tuhan itu ada”, ini menanggapi nilai budaya dan sebagian besar audience film ini yang menganggap Tuhan itu tidak ada. Cerita berikutnya meluncur dengan kata kata, “Dia tinggal di Brussel, Dia brengsek, dan Dia mempunyai anak cewek (adik J.C.)” .. dengan narasi yang begitu memprovokasi akhirnya malah membuat saya ingin tahu lebih banyak, saya penasaran terhadap film ini.

Lewat dua tahun kemudian, saya sudah lupa tentang film tersebut, dan memang saya yakin film model begini akan sulit masuk Indonesia, yang sangat sensitif dengan urusan agama.  Sementara sudah agak lupa, tiba tiba saya menemukan film ini pada saat browsing film di torrent. Saya pun download dan menontonnya. Tanpa bermaksud spoiler, Film ini menyampaikan humor dengan cara yang unik, yaitu memanusiakan Tuhan. Begitu Tuhan terlihat seperti manusia dan berperilaku seperti manusia, maka lelucon pun mengalir deras. Inti cerita adalah konflik keluarga pada umumnya, dimana anak cewek yang bernama EA (adik J.C) ngambek ke ayahnya karena ayahnya suka iseng membuat aturan dan bencana yang merugikan manusia yang tidak berdosa. Kesal dengan ayahnya, maka EA menyebarkan tanggal kematian manusia, sehingga manusia pun sudah tidak terobsesi berbuat baik setelah tahu berapa lama lagi sisa umur yang mereka punyai. Selanjutnya film dipenuhi oleh pesan pesan humanity. 

Sudah terlalu lama saya menonton film klise a la hollywood, sehingga nonton film ini mengingatkan film film favorit saya sewaktu tinggal di eropa dulu seperti Le Faboloux Destin d’Amelie Poulain (2001), Goodbye Lenin (2003), L’auberge Espagnole (2002), dll. Saya kangen film film unik tersebut. Saya sadar perbedaan budaya, perbedaan cara berpikir, pada akhirnya membuat perbedaan sangat besar pada saat menilai agama. Sineas Indonesia tentu tidak akan berani berbuat bodoh membuat film semacam ini, bahkan mungkin di beberapa negara lain juga pasti menolak film seperti ini.

Di saat isu agama sangat ramai dibicarakan dan sedang panas panasnya menjelang pilkada, maka menonton film ini seperti melihat dunia dalam paradoks … saya hanya tersenyum, karena saya absorb semua nilai, berusaha memahami, tanpa melakukan penghakiman (judge) 

MV5BMjM3OTAzMzYzNV5BMl5BanBnXkFtZTgwNTQ4MzU0MDI V1 SY1000 CR0 0 679 1000 AL

1ST ROUND FINAL RESULT : PILKADA DKI BATTLE

Entri ini adalah terusan dari laporan half report dinamika jejaring sosial mengenai Pilkada DKI pada masa kampanye dari tanggal 8-11 Februari 2017. Di babak final result ini saya tampilkan data penuh twitter selama seminggu terakhir masa kampanye, yaitu data dari tanggal 8-15 Februari 2017. Data ini sudah mengendap lebih dari sebulan tidak saya analisa, karena memang saya  tidak sempat. Kebetulan hari ini lagi flu, jadi sambil istirahat di rumah saya iseng otak atik data akhir kampanye pilkada di twitter. Menariknya adalah karena kita sudah tahu hasil putaran pertama Pilkada DKI, maka dari data kampanye kita bisa pelajari, apakah pola yang terjadi mengkorfirmasi hasil pilkada putaran pertama tersebut. Mekanisme dan hashtag / keyword pengambilan data dijelaskan pada entri blog half report. 


Hasil Cepat (lihat tabel dibawah) 

Selama seminggu masa pengumpulan data, terkumpul data untuk masing masing paslon sebesar 116160 tweet (paslon1), 199815 tweets (paslon2),180312 tweets (paslon3). Jumlah tweets paslon2 paling besar, diikuti ketat oleh paslon3, sedangkan paslon1 tertinggal jauh dibawah ..sepertinya memang tweets paslon1 lebih ga ngoyo atau memang tidak banyak yang ngetweet tentang paslon1 tersebut dibandingkan 2 paslon lainnya.

Jumlah akun yang terlibat dalam percakapan adalah 22004 (paslon1), 38498 (paslon2), dan 27359 (paslon3). Lagi lagi terlihat bahwa akun yang membicarakan paslon1 paling sedikit. Jumlah interasi / percakapan tentang paslon2 dan paslon3 mendominasi jagad twitter dengan nilai sebesar 125076 dan 78956 interaksi. Hal ini menunjukan bahwa dinamika percakapan dalam waktu tersebut terhitung tinggi dibandingkan dengan jumlah akun yang terlibat pada percakapan tersebut. Jumlah akun dan interaksi menghasilkan density (kepadatan) jejaring sosial masing masing paslon. Nilai density masing masing paslon tidak terlalu berbeda antara satu dan lainnya, hal ini tidak mengherankan untuk suatu jejaring sosial seperti twitter.

Untuk Top-5 Mentions di masing masing jejaring paslon, terlihat bahwa paslon1 justru @SBYudhoyono yang paling banyak di mention dengan dua kali lebih banyak daripada cagubnya sendiri @AgusYudhoyono. Paslon2 @basuki_btp paling banyak di mention dan nilainya jauh lebih besar dari mention mention lainnya, hal ini sudah bisa kita duga sebelumnya, akan tetapi cawagubnya (atau akun kampanye @AhokDjarot) malah tidak terlihat pada Top-5 Mentions tersebut. Top-5 Mentions jejaring paslon2 juga menyertakan tokoh tokoh publik lainnya seperti @afgansyah_reza dan @jokoanwar. Paslon 3, @sandiuno dan @aniesbaswedan dominan pada posisi 1 dan 3 Top-5 Mentions di jejaringnya, cukup surprising ada akun @maspiyuuu yang ternyata sangat banyak dimentions di jejaring paslon ini. siapakah @maspiyuuu ?. Ada juga aktor @pandji sebagai pendukung paslon3 nongol disini.

Top-5 Tweets masing masing paslon menyertakan akun akun dengan jumlah tweets yang hampir mirip satu dan lainnya, bisa dibilang tidak ada satu aktorpun yang dominan dalam jumlah tweet. Paslon 2 mempunyai rata rata tweet yang lebih banyak, wajar hal ini bisa dilihat dari jumlah total tweet paslon2 yang paling banyak. Kemudian diikuti dengan paslon 3 dan paslon 1.

Modularity menunjukan seberapa jelas perbedaan pembentukan kelompok kelompok pada jejaring sosial. Semakin tinggi nilai modularity menyatakan bahwa kelompok kelompok tersebut makin jelas pemisahannya atau dengan kata lain tidak ada aktor yang yang posisinya meragukan berada di kelompok A atau kelompok B. Dari ke 3 jejaring paslon, Paslon2 mempunyai modularity terkecil, dan paslon3 modularitynya terbesar, hal ini bisa diartikan bahwa kelompok kelompok pada paslon2 batasannya menjadi lebih blur, seseorang bisa masuk ke satu kelompok ke kelompok lainnya dengan lebih mudah. Akibatnya adalah diseminasi informasi berjalan lebih lancar karena ada akun / agen yang mudah menyebarkan informasi dengan cara berpindah kelompok.

Jumlah 5 kelompok terbesar terlihat bahwa paslon1 dan paslon3 mempunyai kelompok dominan yang besarnya melebihi 20% dari total ukuran jejaring sosial, jadi terdapat kelompok kelompok yang menjadi motor dari jejaring sosial paslon tersebut. Di pihak lain kelompok terbesar pada paslon2 hanya berukuran 12%, hal ini menunjukkan bahwa kelompok kelompok pada paslon2 terbentuk secara natural tanpa ada kelompok yang jadi motor dominan. 

 

Paslon1

1universe

universe paslon1

 

2 5kelompokbesar

5 kelompok besar pada paslon1

 

1 100tokohutama

100 akun utama pada paslon1

 

Paslon2

 

2universe

universe paslon2

 

2universezoom

universe paslon2 (zoomed)

 

 

2directed75actor

75 akun utama di jejaring paslon2

Paslon3

 

3universe

universe paslon3

 

3universedeg11 2605

universe paslon3 (degree 11 – 2605)

 

3 75actor

75 akun utama pada paslon3

  

Profile Tweet

Tabletweet

 

Kasimpulan

Hasil akhir putaran pertama sudah kita ketahui paslon1 tersingkir, dan paslon2, paslon3 maju ke babak kedua. Hasil analisa jejaring sosial seminggu terakhir kampanye mengkonfirmasikan bahwa aktivitas jejaring sosial memang paslon1 paling rendah, indikasinya adalah jumlah tweet, jumlah akun, jumlah interaksi, ukuran kelompok dominan dan tokoh utama jejaring malah bukan cagubnya sendiri. Isu isu dalam jejaring sosial ini lebih banyak ke bapak mantan presiden bukan ke akun kampanye atau akun cagubnya. Paslon2 walaupun kelompoknya lebih natural dan partisipan jejaring sosial paling banyak, akan tetapi sangat terfokus pada tokoh Ahok, tidak ada tokoh lain yang menjadi pelengkap atau backup dominan dari paslon ini. Paslon3, cagub dan cawagub muncul sebagai tokoh dominan pada jejaring sosialnya, ini menunjukkan banyak alternatif pilihan / cerita yang bisa dimunculkan dari aktifnya kedua tokoh tersebut.

Apakah hasil analisa jagad twitter ini bisa digunakan sebagai alat prediksi pemenang pada putaran ke 2 bulan depan nanti ? .. hmm menurut saya, analisa ini bisa menjadi alat bantu, akan tetapi bukan sebagai alat penentu kemenangan. Dengan melihat dinamika jejaring sosial, kita bisa melihat hal hal yang tidak bisa kita kuantifikasikan sebelumnya. Dan mungkin juga pada kondisi tertentu, kita bisa melakukan rekayasa (dalam level tertentu) apakah jejaring sosial kita berjalan sesuai dengan ekspektasi kita. Banyak faktor dominan lainnya yang bisa tiba tiba menjadi faktor penentu kemenangan, jejaring sosial adalah salah satunya. Jadi gimana setelah melihat entri blog ini anda menjagokan nomer 2 atau nomer 3 yang menang ? ..  

4 Papers Scopus ICOICT 2017

International Conference on Information and Communication Technology (ICOICT) adalah konferensi berskala internasional terindeks Scopus, dipublikasikan pada IEEE Xplore dan diselenggarakan oleh Telkom University (School of Computing). Tahun 2017 ini ICOICT disellengarakan untuk ke 5 kalinya pada tanggal 27-29 Mei di Malaka Malaysia. Tahun ini ada 4 paper dari lab SCBD FEB yang lolos seleksi dari total 5 paper yang kami submit.

Sepanjang ingatan saya tahun ini adalah ke 4 kalinya saya dan tim lab. SCBD FEB ikut berpartisipasi, mulai dari ICOICT 2014 (2 paper), ICOICT 2015 (3 paper), ICOICT 2016 (2 Paper), dan tahun ini 4 paper. Pengalaman tahun tahun sebelumnya membuktikan bahwa publikasi ICOICT cukup cepat terpublikasi di IEEE Xplore dan Scopus, membuat konferensi ini merupakan konferensi favorit lab kami untuk mempublikasikan hasil penelitian. 

Judul paper paper yang lolos tersebut adalah : 1. Hybrid Sentiment and Network Analysis of Social Opinion Polarization. 2. Social Network Data Analytics for Market Segmentation in Indonesian Telecomunication Industry. 3. Training Data Optimization Strategy for Multiclass Text Classification. 4. Indonesia Infrastructure and Consumer Stock Portfolio Prediction using Artifical Neural Network Backpropagation. 

Tema dan metode pada paper paper tersebut cukup beragam, mulai dari Tema Finance (no.4), Marketing (no.2), sampai dengan Social Behavior (no.1). Sedangkan metode yang digunakan mulai dari sentiment analysis (no.1, no.3), social network analysis (no.1, no.2), artificial neural network / data mining (no.4).

well done Team .. !! 

Untitled 1

acceptance letter to 2017 ICOICT