review karimun estillo

Karimun estillo, mobil yang kita pesan hampir 2 bulan yang lalu akhirnya sampai juga di rumah. Ini merupakan mobil kedua kita, saya dan istri memang memutuskan untuk mempunyai mobil kedua, setelah melihat aktifitas kita masing masing yang padat dan aktifitas sekolah anak anak yang lumayan jauh dari rumah. Mobil pertama kita adalah Honda Freed, dengan kelas harga sekitar 250jt an tentunya sangat jauh berbeda kelas dengan karimun yang berharga dibawah 100 jt (setelah discount)

20111202-090656.jpg

Sebelum memutuskan membeli karimun, kita melihat beberapa mobil lainnya seperti Nissan March dan New Kia Picanto, tapi kedua mobil tersebut merupakan mobil yang sangat populer, sehingga harganyapun “sangat tinggi” untuk ukuran city car dan discountnya pun sangat rendah. Kebetulan ada tawaran dari salah seorang anggota keluarga untuk membeli Karimun dengan cicilan sangat ringan, akhirnya kita putuskan untuk membeli dengan perhitungan ekonomis.

Review pemakaian, sebelumnya saya pernah memakai mobil 1000cc, yaitu Peugeot 106 sewaktu saya tinggal di UK, dan saya tahu ekspektasi saya, typical mobil ber-cc rendah adalah tarikan bawah cukup responsif tapi top speed (berdasarkan nyali saya) adalah 110km/jam. Saya memakai karimun ini untuk aktifitas saya sendiri, untuk 1-2 penumpang nyaman, full penumpang 4 orang (konfigurasi 2 dewasa, 2 anak) pun masih cukup nyaman. Kelebihan utama adalah ukuran, dengan ukuran yang kecil(sebanding dengan angkot) kita dengan mudah masuk ke celah kemacetan yang biasanya tidak bisa dimasukin oleh freed, ataupun nyalip dari sebelah kiri, kelebihan yang lain adalah bensin sangat irit (saya belum menghitung secara teliti), saya mengisi
bensin 100 ribu, masih dapet kembalian. Kekurangan adalah suara mesin kurang halus dan kabin yang kurang kedap suara (sudah diprediksi).

Untuk pemakaian dalam kota, terus terang saya lebih senang membawa karimun daripada freed, karena alasan fuel consumption dan ukuran mobil, freed memang sangat nyaman dan transmisi automatic, tapi tiap kali membawa mobil ini dan saya sendirian di dalam mobil (single driver/passanger), selain karena ukuran yang besar, saya merasa berdosa memboroskan bensin dan jalan raya untuk mendapatkan sedikit kenyamanan. Alhasil mobil karimun ini yang selalu setia saya bawa untuk commuter di bandung, sedangkan freed dipakai dengan jalur fix dari rumah ke sekolah anak saya pulang pergi.

Interior dan kelengkapan karimun yang nama aslinya suzuki maruti (produksi india), sudah sangat cukup menurut saya, tape mobil modern, power windows, spion elektrik, banyak tempat untuk menyimpan barang di dashboard, alarm. Semuanya udah cukup sesuai kebutuhan. Driving experiencenya sih tidak senyaman freed, dengan menyetir mobil ini, anda dijamin tidak ngantuk, karena kadang kadang dengan mobil yang terlalu nyaman kita sering terlena dan terserang kantuk 😦

Advertisements

3 thoughts on “review karimun estillo

  1. Fiturnya masih belum terkalahkan pak dibanding Suzuki Karimun Wagon R terbaru saat ini, tapi memang versi yang baru suara mesinnya lebih kedap (tidak banyak masuk ke dalam kabin). Btw share driving impresion Pug 106-nya dulu donk pak Andry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s